BELIASET – Pernahkah kamu merasa panik saat melihat portofolio aset kripto merah membara? Bayangkan jika posisi “nyangkut” kamu bernilai ratusan triliun Rupiah. Itulah yang sedang dialami oleh BitMine Immersion Technologies, perusahaan raksasa pemegang perbendaharaan Ethereum terbesar di dunia.
Di tengah koreksi pasar yang juga menyeret Harga Bitcoin dan Ethereum turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir, BitMine dikabarkan mengalami unrealized loss (kerugian yang belum direalisasikan/dijual) sebesar $6,6 miliar atau setara Rp105,6 triliun (kurs estimasi Rp16.000/USD).
Namun, alih-alih panik, Chairman BitMine, Tom Lee, justru mengeluarkan pernyataan kontroversial. Ia menyebut kerugian kertas ini sebagai “A feature, not a bug” (Fitur, bukan kesalahan sistem). Lho, kok bisa rugi triliunan dibilang fitur? Simak penjelasannya biar mental investasimu makin baja!
“Exit Liquidity”? Tom Lee Membantah Tegas
Dilansir dari The Block, Tom Lee menanggapi kritik pedas di media sosial yang menuduh BitMine bakal jadi “Exit Liquidity” (korban yang akan menjual aset di harga murah). Kritikus khawatir tumpukan Ethereum milik BitMine akan dijual paksa dan membuat harga pasar hancur.
Lee menegaskan bahwa strategi perbendaharaan (treasury) BitMine didesain untuk jangka panjang, mirip seperti ETF.
“Tweet-tweet itu gagal paham soal konsep Treasury Ethereum,” ujar Lee. Menurutnya, penurunan nilai aset saat pasar bearish adalah bagian dari siklus yang sudah diperhitungkan, bukan tanda kegagalan strategi.
Raksasa “Paus” Ethereum: Punya 3,5% Suplai Dunia
Untuk memberi konteks seberapa besar BitMine, bayangkan ini: Mereka memegang sekitar 4,285 juta ETH.
-
Jumlah ini setara 3,5% dari total suplai Ethereum yang beredar di dunia.
-
Nilai aset mereka sempat menyentuh $14 miliar (Rp224 triliun) di puncak harga, namun kini menyusut menjadi di bawah $10 miliar (Rp160 triliun).
Meskipun nilainya turun, BitMine justru melakukan aksi Serok Bawah. Mereka baru saja menambah 42.000 ETH lagi ke dalam brankas mereka. Bahkan, institusi besar seperti Ark Invest (milik Cathie Wood) terpantau memborong saham BitMine saat harganya sedang diskon.
Hubungannya dengan Harga Bitcoin dan “Strategy”
Kasus BitMine ini sangat mirip dengan apa yang dialami Strategy (perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy). Strategy adalah pemegang perbendaharaan Bitcoin terbesar di dunia korporat publik.
Sama seperti BitMine, Strategy juga sempat mengalami unrealized loss saat Harga Bitcoin terkoreksi di bawah level rata-rata pembelian mereka. Namun, kedua raksasa ini memiliki prinsip yang sama:
-
HODL Keras: Tidak menjual aset saat harga turun.
-
Akumulasi: Terus membeli saat orang lain takut (fear).
Tom Lee bahkan menyamakan Ethereum sebagai “Masa Depan Keuangan” (Future of Finance), sebuah tesis jangka panjang yang tidak goyah hanya karena volatilitas bulanan.
Peringatan OJK:
Strategi “HODL sampai mati” ala BitMine atau Strategy mungkin cocok untuk korporasi dengan modal tak terbatas. Namun bagi investor ritel Indonesia, BeliAset menyarankan manajemen risiko yang lebih bijak. Jangan meniru membabi buta (copy trade) langkah paus tanpa memperhitungkan likuiditas pribadi. Pastikan kamu berinvestasi menggunakan “Uang Dingin”.
Mekanisme “Circuit Breaker” Alami
Tom Lee juga menjelaskan konsep menarik soal valuasi saham perusahaannya (mNAV). Ketika harga saham BitMine jatuh di bawah nilai aset Ethereum yang mereka pegang, perusahaan cenderung berhenti menerbitkan saham baru untuk membeli koin.
Ini berfungsi sebagai circuit breaker (sekering pengaman) alami. Artinya, mereka tidak akan memaksakan diri mencari dana saat pasar sedang lesu, sehingga tidak ada dilusi saham yang merugikan investor lama.
FAQ: Pertanyaan Seputar Strategi Treasury Kripto
Q: Apakah BitMine akan menjual Ethereum mereka dan bikin harga anjlok?
A: Tom Lee membantah hal ini. Sebagai perusahaan treasury, tujuan mereka adalah mengakumulasi aset jangka panjang, bukan trading harian. Penjualan besar-besaran hanya akan merusak nilai perusahaan mereka sendiri.
Q: Apa dampak berita ini ke Harga Bitcoin?
A: Ketahanan BitMine (di ETH) dan Strategy (di BTC) memberikan sinyal positif ke pasar bahwa “Paus” institusi tidak panik. Ini menjaga level psikologis pasar agar tidak crash lebih dalam.
Q: Apa itu “Unrealized Loss”?
A: Kerugian yang baru tercatat di atas kertas karena harga pasar saat ini lebih rendah dari harga beli. Kerugian ini baru menjadi nyata (realized) jika kamu menjual aset tersebut.
Q: Apakah saya harus ikut serok seperti BitMine?
A: Jika kamu memiliki visi jangka panjang (>3 tahun) dan dana dingin, strategi akumulasi saat harga turun (DCA) bisa dipertimbangkan. Namun, jangan all-in di satu titik harga.
Q: Apakah saham perusahaan kripto (seperti BitMine/Coinbase) aman dibeli?
A: Saham sektor ini memiliki volatilitas dua kali lipat: dipengaruhi pasar saham AS dan pasar kripto global. Risikonya sangat tinggi.
Disclaimer & Peringatan Risiko:
Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.
