BELIASET – Buat kamu investor kripto yang portofolionya didominasi oleh “Raja Altcoin” alias Ethereum (ETH), pasti sedang senam jantung melihat penurunan harga belakangan ini.
Dalam dua minggu terakhir, harga Ethereum terjun bebas hingga 30%, sempat menyentuh level terendah bear market di angka $1.825 atau sekitar Rp30,6 juta (kurs estimasi Rp16.000/USD) pada hari Jumat, sebelum memantul tipis ke Rp35,2 juta ($2.100) di awal pekan ini.
Koreksi dalam ini tentu memicu perdebatan panas di kalangan analis: Apakah Ethereum sudah menyentuh dasar (bottom) dan siap rebound, ataukah masih akan terseret turun mengikuti tren Harga Bitcoin (BTC) yang juga sedang lesu?
Kabar baiknya, sebuah indikator teknikal penting bernama MVRV Z-Score baru saja memberikan sinyal “Kapitulasi”. Artinya, Ethereum kini berada di zona yang sangat murah (undervalued). Mari kita bedah datanya!
Apa Itu MVRV Z-Score dan Kenapa Penting?
Dilansir dari Cointelegraph, MVRV Z-Score adalah metrik on-chain yang membandingkan nilai pasar saat ini dengan “harga wajar” aset tersebut.
-
Skor Positif Tinggi: Pasar sedang euforia (mahal/overvalued).
-
Skor Negatif: Pasar sedang kapitulasi atau menyerah (murah/undervalued).
Saat ini, skor MVRV Ethereum berada di angka -0.42. Angka negatif ini menunjukkan bahwa mayoritas pemegang ETH sedang dalam posisi rugi yang belum direalisasikan (unrealized loss), sebuah kondisi yang secara historis menjadi momen emas untuk akumulasi.
Joao Wedson, analis dari Alphractal, mengonfirmasi, “Ethereum memang sedang melalui proses kapitulasi yang jelas.”
Kubu Pesimis: “Hati-Hati, Masih Bisa Turun Lagi!”
Meskipun sudah murah, bukan berarti harga tidak bisa lebih murah lagi. Wedson mengingatkan bahwa skor -0.42 saat ini belum seburuk rekor terendah dalam sejarah.
-
Pada dasar Bear Market 2018, skor pernah menyentuh -0.76.
-
Pada tahun 2022, skor juga lebih rendah dari sekarang.
Artinya, secara historis masih ada ruang bagi Ethereum (dan juga Harga Bitcoin) untuk turun lebih dalam sebelum benar-benar menemukan pijakan yang kuat.
Tim Sun, peneliti senior dari HashKey Group, menambahkan faktor risiko likuiditas. Musim pajak di Amerika Serikat yang jatuh pada bulan April bisa menyedot likuiditas dari pasar kripto, yang berpotensi menekan harga lebih lanjut.
Kubu Optimis: “Peluang Emas Beli di Harga Diskon”
Di sisi lain, banyak analis top yang melihat ini sebagai peluang seumur hidup. MichaĂ«l van de Poppe menyebut kondisi ini sebagai “kesempatan luar biasa”. Menurutnya, Ethereum kini sama murahnya dengan saat crash COVID-19 Maret 2020 atau saat runtuhnya Terra/Luna di 2022.
Pendapat senada juga datang dari Andri Fauzan Adziima, Research Lead di platform Bitrue. Ia menyebut bahwa zona MVRV negatif berulang kali menjadi pendahulu dari pemulihan harga yang eksplosif.
“Metrik jaringan ETH masih kuat. Ini terasa seperti persiapan akumulasi jangka panjang utama setelah ‘tangan-tangan lemah’ (investor panik) tersapu bersih dari pasar,” ujar Andri.
Bagi Andri, ini adalah salah satu jendela “Buy the Fear” terbaik untuk Ethereum.
Peringatan OJK:
Meskipun indikator menunjukkan harga “diskon”, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mengingatkan bahwa aset kripto memiliki volatilitas tinggi. Jangan terjebak FOMO (Fear Of Missing Out) atau nekat menggunakan uang panas/pinjaman. Pastikan kamu melakukan riset mandiri dan bertransaksi di Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang terdaftar resmi di Indonesia.
Hubungannya dengan Harga Bitcoin
Perlu diingat, Ethereum jarang bergerak sendirian. Pergerakannya sangat berkorelasi dengan Harga Bitcoin. Jika Bitcoin masih menunjukkan kelemahan atau tren turun, biasanya Ethereum akan jatuh lebih dalam (high beta).
Namun, saat Bitcoin mulai stabil atau sideways, Ethereum yang sudah sangat murah ini memiliki potensi kenaikan persentase (upside potential) yang lebih tinggi karena valuasinya yang sudah tertekan habis-habisan.
FAQ: Pertanyaan Seputar Kondisi Ethereum dan Bitcoin
Q: Apakah harga Ethereum Rp29 Juta kemarin adalah harga terendah?
A: Analis terbelah. Indikator MVRV menunjukkan sudah sangat murah, tapi sejarah mencatat bisa turun sedikit lagi (skor -0.76). Strategi terbaik adalah tidak menebak dasar, tapi mencicil (DCA).
Q: Apakah saya harus jual Ethereum saya sekarang?
A: Menjual saat indikator MVRV negatif (zona kapitulasi) secara historis adalah keputusan buruk, karena kamu menjual di harga “diskon” kepada investor institusi yang sedang mengakumulasi.
Q: Apa pengaruh Harga Bitcoin terhadap Ethereum saat ini?
A: Bitcoin adalah pemimpin pasar. Jika Harga Bitcoin jatuh menembus support kuncinya, Ethereum kemungkinan besar akan terseret turun menguji level Rp28-29 juta lagi.
Q: Apa itu “Kapitulasi”?
A: Kapitulasi adalah fase di mana investor yang sudah tidak kuat menahan kerugian akhirnya menyerah dan menjual asetnya secara massal. Biasanya ini menandai akhir dari tren penurunan.
Q: Kapan harga akan naik kembali?
A: Secara historis, pemulihan dari zona MVRV negatif membutuhkan waktu. Analis HashKey menyebutkan April (musim pajak AS) mungkin masih menjadi tantangan likuiditas, jadi bersabarlah untuk jangka menengah.
Disclaimer & Peringatan Risiko:
Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.
