Raksasa MSTR Siap “Serok” Bitcoin Lagi! Saham STRC Pulih, Sinyal Positif untuk Harga Bitcoin?

BELIASET – Kabar segar datang dari Wall Street yang bisa menjadi angin segar bagi pergerakan Harga Bitcoin (BTC). Perusahaan pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia, Strategy (MSTR), tampaknya baru saja mendapatkan “lampu hijau” teknis untuk kembali melakukan akumulasi alias serok Bitcoin dalam jumlah besar.

Instrumen ekuitas preferen perpetual mereka, yang dikenal dengan kode STRC, baru saja kembali menyentuh nilai nominal (par value) $100 atau sekitar Rp1,6 juta (kurs estimasi Rp16.000/USD) pada sesi perdagangan Rabu waktu AS.

Mengapa angka $100 ini sangat krusial? Karena level ini adalah kunci pembuka gembok bagi Strategy (MSTR) untuk mencetak uang tunai baru dan membelikannya Bitcoin. Yuk, kita bedah mekanismenya!

Kunci Brankas Terbuka: Mekanisme “ATM Offering”

Dilansir dari CoinDesk, kembalinya STRC ke level $100 adalah momen penting yang belum terjadi sejak pertengahan Januari lalu.

Secara teknis, ketika saham STRC diperdagangkan di harga $100 atau lebih, perusahaan dapat melanjutkan program At-The-Market (ATM) offerings.

  • Sederhananya: Perusahaan bisa menjual saham STRC baru ke pasar untuk mendapatkan uang tunai segar.

  • Tujuannya: Uang tunai tersebut biasanya digunakan Strategy (MSTR) untuk satu tujuan utama: Membeli lebih banyak Bitcoin.

Sebelumnya, saat Harga Bitcoin jatuh ke level terendah $60.000 (Rp1 M) pada 5 Februari lalu, harga STRC ikut terseret turun hingga ke $93. Kondisi ini sempat “mengunci” kemampuan perusahaan untuk menggalang dana lewat jalur ini. Kini, dengan harga yang sudah pulih, “mesin pembeli” Bitcoin ini siap dinyalakan kembali.

Strategi Dividen Jumbo: 11,25% Per Tahun!

Bagaimana caranya harga saham STRC bisa stabil di tengah pasar kripto yang volatil? Strategy (MSTR) menggunakan taktik cerdik: Iming-iming Dividen Tinggi.

Untuk menarik minat investor agar tetap membeli STRC di harga $100, perusahaan menaikkan tingkat dividen bulanan mereka. Saat ini, imbal hasil (yield) tahunan yang ditawarkan mencapai 11,25%.

Ini adalah angka yang sangat menggiurkan bagi investor pendapatan tetap (fixed income), terutama jika dibandingkan dengan obligasi konvensional. Strategi ini berhasil menahan harga STRC agar tidak jatuh terlalu dalam, meskipun saham biasa MSTR (Common Stock) sempat turun 5% ke level $126 pada penutupan Rabu.

Dampaknya Bagi Investor Indonesia

Apa relevansinya berita saham AS ini buat kamu, investor muda di Indonesia?

  1. Suntikan Likuiditas: Jika Strategy (MSTR) mulai menjual STRC lagi, artinya akan ada aliran dana jutaan Dolar yang masuk ke pasar untuk membeli Bitcoin. Tekanan beli (buy pressure) dari institusi sebesar ini biasanya mampu menopang Harga Bitcoin agar tidak jatuh lebih dalam dari level saat ini di kisaran $67.500 (Rp1,08 Miliar).

  2. Indikator Sentimen: Kesediaan MSTR membayar dividen tinggi demi bisa beli Bitcoin menunjukkan keyakinan jangka panjang mereka yang tak tergoyahkan (High Conviction).

Peringatan OJK:

Meskipun berita ini positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mengingatkan investor lokal untuk bijak. Kamu tidak perlu ikut-ikutan membeli saham MSTR di bursa AS yang berisiko tinggi. Cukup fokus pada aset kripto (Spot) yang terdaftar di Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) Indonesia.

Ingat, strategi MSTR menggunakan utang dan leverage korporasi. Sebagai investor ritel, hindari menggunakan uang panas atau pinjaman untuk investasi kripto.

FAQ: Pertanyaan Seputar Strategy (MSTR) dan Bitcoin

Q: Apa itu STRC?
A: STRC adalah kode saham preferen (preferred stock) milik Strategy (MSTR). Berbeda dengan saham biasa, pemegang saham ini mendapatkan prioritas dividen (saat ini 11,25%) tapi biasanya tidak punya hak suara.

Q: Kenapa kalau STRC $100, Harga Bitcoin bisa naik?
A: Karena aturan perusahaan membolehkan mereka menjual saham baru STRC hanya jika harganya di $100. Uang hasil penjualan saham itu dipakai buat beli Bitcoin di pasar spot. Aksi beli ini yang bikin harga Bitcoin naik.

Q: Apakah aman mengikuti langkah Strategy (MSTR)?
A: MSTR adalah perusahaan yang sangat agresif. Jika Bitcoin naik, mereka untung besar. Jika Bitcoin jatuh parah, mereka berisiko gagal bayar utang. Jangan telan mentah-mentah strateginya tanpa manajemen risiko pribadi.

Q: Berapa harga Bitcoin saat ini?
A: Saat artikel ini ditulis (12/2/2026), Bitcoin berada di kisaran $67.500 atau sekitar Rp1,08 Miliar.

Q: Apakah saya bisa beli saham STRC di aplikasi investasi Indonesia?
A: Umumnya tidak bisa langsung, kecuali kamu menggunakan broker internasional. Namun, investor Indonesia lebih disarankan fokus pada aset dasar (Bitcoin) yang sudah diatur jelas oleh Bappebti dan diawasi OJK.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment