Sistem Ekonomi “Gagal”? Mantan Menkeu Inggris Kini Berpaling ke Kripto, Sinyal Bullish Harga Bitcoin!

BELIASET – Pernahkah kamu membayangkan seorang mantan menteri keuangan dari salah satu negara maju di dunia secara terang-terangan mengkritik sistem ekonomi negaranya sendiri dan malah mendukung Bitcoin?

Hal ini baru saja terjadi di Inggris. Kwasi Kwarteng, mantan Menteri Keuangan Inggris (Chancellor of the Exchequer), kini merapat ke industri kripto sebagai pimpinan di sebuah perusahaan perbendaharaan Bitcoin.

Bagi kamu investor muda, beralihnya tokoh ekonomi tradisional kelas atas ke dunia desentralisasi adalah sebuah Big Deal. Ini bukan sekadar tren FOMO sesaat, melainkan validasi fundamental bahwa Bitcoin semakin diakui sebagai alternatif nyata dari sistem keuangan uang fiat yang dianggap mulai rapuh.

Pengakuan dari para mantan petinggi negara ini pelan tapi pasti akan mengubah pandangan institusi global, yang pada akhirnya memberikan pijakan kuat bagi tren kenaikan Harga Bitcoin (BTC) di masa depan.

Dilansir dari CoinDesk, mari kita bedah alasan di balik “pembelotan” sang mantan menteri dan apa yang bisa kita pelajari untuk strategi investasi kita di Tanah Air.

Terjebak “Lingkaran Setan” Utang Negara

Kwasi Kwarteng menjabat sebagai Menteri Keuangan Inggris pada September 2022 dalam masa jabatan yang sangat singkat namun penuh gejolak. Saat itu, ia merilis kebijakan “anggaran mini” (mini-budget) yang bertujuan memotong pajak, namun justru memicu kekacauan pasar, meroketnya imbal hasil obligasi negara, hingga mengekspos krisis dana pensiun di Inggris.

Mengevaluasi masa lalunya, Kwarteng dengan jujur mengakui bahwa kebijakan tersebut sangat terburu-buru. Namun, ia tetap bersikeras bahwa sistem ekonomi tradisional saat ini sedang bermasalah. Ia memperingatkan bahwa Inggris kini terjebak dalam “lingkaran setan” (doom loop) fiskal.

“Pemerintah menghabiskan lebih banyak uang daripada yang bisa dikumpulkan dari pajak. Ujung-ujungnya, pajak harus dinaikkan dan itu akan membunuh insentif perputaran ekonomi,” jelasnya. Kwarteng juga mengkritik budaya pasar saat ini yang terlalu fokus pada keuntungan kuartalan jangka pendek yang membuat orang mudah euforia sekaligus mudah panik.

Bantah Klaim Ponzi, Pimpin Perusahaan Cadangan Bitcoin

Sikap skeptis Kwarteng terhadap masa depan uang fiat membawanya pada pandangan yang lebih panjang mengenai uang, yang bermuara pada Bitcoin. Ia secara terbuka membantah pernyataan mantan Perdana Menteri Boris Johnson yang pernah melabeli Bitcoin sebagai skema “Ponzi”. Menurut Kwarteng, dunia justru harus memiliki pikiran yang lebih terbuka terhadap bentuk uang yang baru.

Ia tidak sekadar bicara. Saat ini, Kwarteng resmi menjabat sebagai Executive Chairman di Stack BTC (STAK), sebuah perusahaan perbendaharaan Bitcoin yang berbasis di Inggris. Perusahaan ini memiliki aset perbendaharaan sebanyak 31 BTC (bernilai sekitar Rp33,5 Miliar dengan asumsi harga BTC saat ini).

Menariknya, langkah ini juga menarik perhatian tokoh politik lainnya. Nigel Farage, pemimpin partai Reform UK, tercatat telah mengambil 6% saham di perusahaan perbendaharaan kripto tersebut.

Kacamata Investor Indonesia di Era OJK 2026

Berpindahnya para politisi dan ekonom elit Eropa ke ekosistem kripto tentu memberikan angin segar bagi kredibilitas Bitcoin secara global. Lalu, bagaimana kita menyikapinya?

Catatan Pengawasan OJK:

Memasuki era pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2026, kerangka kerja kripto di Indonesia sangat berfokus pada perlindungan investor ritel (Milenial & Gen Z) dari spekulasi jangka pendek.

Pesan Kwarteng tentang bahaya “berpikir jangka pendek” sangat relevan untuk kita terapkan. Jangan memperlakukan kripto seperti sarana judi semalam. Pandanglah Bitcoin sebagai instrumen penyimpan nilai (store of value) jangka panjang untuk melindungi kekayaanmu dari risiko inflasi uang fiat. Pastikan kamu selalu menabung dan bertransaksi kripto melalui platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang resmi terdaftar di Bappebti dan OJK, sehingga asetmu terjamin legalitas dan keamanannya.

FAQ: Apa Dampaknya Berita Ini Buat Portofolio Kamu?

Q: Mengapa dukungan mantan Menteri Keuangan Inggris ini sangat penting?
A: Tokoh seperti menteri keuangan adalah orang yang paling mengerti “dapur” sistem uang negara (fiat). Ketika tokoh sekaliber itu menyadari bahwa sistem fiat memiliki masalah kronis (seperti utang yang terus menumpuk) dan beralih ke Bitcoin, itu memberikan sinyal kuat kepada investor institusional lain bahwa Bitcoin adalah solusi finansial yang logis, bukan sekadar aset spekulasi anak muda.

Q: Apa yang dimaksud dengan “Doom Loop” atau Lingkaran Setan Fiskal?
A: Itu adalah kondisi di mana sebuah negara terus mencetak utang untuk membiayai pengeluarannya karena pajak yang didapat tidak cukup. Untuk membayar utang tersebut, pemerintah harus menaikkan pajak atau mencetak uang baru (yang memicu inflasi). Kondisi ini terus berulang dan secara perlahan mencekik ekonomi rakyatnya.

Q: Apakah sentimen politik di Inggris ini bisa mendongkrak Harga Bitcoin?
A: Secara tidak langsung, ya. Berita seperti ini membangun “narasi institusional” yang positif. Semakin banyak tokoh politik dan keuangan arus utama yang memvalidasi Bitcoin, semakin besar kepercayaan diri korporasi raksasa di seluruh dunia untuk ikut membeli dan menyimpan Bitcoin di neraca keuangannya, yang pada akhirnya akan mengerek Harga Bitcoin naik.

Q: Apa strategi yang tepat di tengah narasi positif ini?
A: Seperti pesan sang mantan menteri: ubah cara pandang menjadi jangka panjang. Berhentilah panik atau euforia dengan pergerakan harga harian/kuartalan. Gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) untuk mencicil Bitcoin secara rutin sebagai dana cadangan masa depanmu.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment