Bos Circle Prediksi China Segera Rilis Stablecoin Yuan! Akankah Tsunami Likuiditas Asia Meroketkan Harga Bitcoin?

BELIASET – Perang supremasi mata uang global tampaknya akan segera berpindah ke atas jaringan blockchain. Jeremy Allaire, CEO dari Circle (perusahaan penerbit stablecoin USDC), baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan bahwa ada “peluang luar biasa besar” bagi kehadiran stablecoin yang dipatok ke mata uang Yuan China. Ia bahkan memprediksi raksasa ekonomi Asia tersebut bisa merilisnya dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Bagi kamu investor muda di Tanah Air, wacana ini adalah sebuah Big Deal. Selama ini, pasar kripto hampir sepenuhnya dikendalikan oleh likuiditas Dolar AS (lewat USDT dan USDC). Jika Yuan China benar-benar masuk ke arena stablecoin, ini akan membuka bendungan raksasa likuiditas dari pasar Asia.

Aliran dana triliunan rupiah dari kawasan timur ini dipastikan akan membanjiri pasar kripto, memberikan daya beli baru yang sangat masif untuk mengerek Harga Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya menuju rekor yang belum pernah tersentuh sebelumnya.

Dilansir dari The Block, mari kita bedah ambisi di balik wacana stablecoin Yuan ini dan bagaimana perbedaan sikap antara pemerintah China daratan dengan Hong Kong!

Perang Teknologi Mata Uang Global

Dalam wawancaranya dengan Reuters pada hari Kamis, Allaire menjelaskan bahwa stablecoin kini telah berevolusi menjadi instrumen paling ampuh bagi mata uang fiat untuk mendapatkan traksi di tingkat global. Menurutnya, inovasi ini bisa menjadi senjata rahasia China untuk mewujudkan ambisi jangka panjang mereka, yakni menginternasionalisasi mata uang Yuan.

“Jika ada persaingan mata uang, Anda pasti ingin mata uang Anda memiliki fitur terbaik yang memungkinkan. Ini telah menjadi sebuah persaingan teknologi,” jelas Allaire.

Dorongan ini sebenarnya tidak hanya datang dari luar. Pada Juli 2025 lalu, raksasa teknologi China seperti Ant Group dan JD dikabarkan telah mendesak bank sentral China untuk mengizinkan penerbitan stablecoin berbasis Yuan, guna melengkapi stablecoin berbasis Dolar Hong Kong yang sudah ada.

Sikap Keras Beijing vs Keterbukaan Hong Kong

Namun, langkah menuju stablecoin Yuan tidaklah mudah. Pemerintah pusat China daratan masih memegang kendali yang sangat ketat.

Pada Februari 2026, Bank Sentral China (PBOC) dan sejumlah regulator utama merilis peringatan keras yang secara eksplisit melarang penerbitan stablecoin yang dipatok ke Yuan di luar negeri (offshore) tanpa izin resmi. Otoritas China beralasan bahwa stablecoin berbasis fiat pada dasarnya menjalankan fungsi sebagai alat pembayaran sah di peredaran, sehingga penerbitannya oleh entitas swasta tanpa izin bisa mengancam kedaulatan moneter negara.

Menariknya, saat China daratan masih melarang keras perdagangan kripto, wilayah administratif khusus Hong Kong justru melaju ke arah yang berlawanan. Pekan lalu, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) baru saja menerbitkan lisensi stablecoin perdana mereka kepada bank raksasa HSBC dan Anchorpoint Financial (perusahaan patungan antara Standard Chartered, Animoca Brands, dan Hong Kong Telecommunications). Ini membuktikan bahwa Asia sedang bersiap membangun infrastruktur finansial kripto mereka sendiri.

Sudut Pandang Investor Lokal di Era OJK 2026

Lalu, bagaimana kita di Indonesia harus menyikapi perang mata uang digital antarnegara raksasa ini?

Catatan Pengawasan OJK:

Memasuki era pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2026, kedaulatan mata uang Rupiah juga menjadi fokus utama regulator kita.

Kehadiran stablecoin asing, baik itu berbasis Dolar maupun wacana Yuan di masa depan, adalah dinamika makroekonomi yang akan terus memengaruhi pergerakan pasar. Namun, sebagai investor ritel di Indonesia, kamu harus bijak. Jangan pernah menggunakan stablecoin yang tidak jelas asal-usul dan legalitasnya.

Jadikan stablecoin yang sah hanya sebagai instrumen “jembatan” untuk membeli aset kripto fundamental seperti Bitcoin. Pastikan setiap transaksimu selalu dilakukan di platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang resmi terdaftar di Bappebti dan OJK.

FAQ: Apa Dampaknya Berita Ini Buat Portofolio Kamu?

Q: Apa itu stablecoin Yuan dan apa bedanya dengan USDC/USDT?
A: Stablecoin Yuan adalah aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan mata uang kertas Yuan China. Fungsinya persis seperti USDC atau USDT, namun jika USDC mewakili Dolar Amerika, stablecoin ini mewakili ekonomi China.

Q: Kalau China benar-benar merilis stablecoin Yuan, apa efeknya ke Harga Bitcoin?
A: Sangat positif (bullish). Saat ini, warga atau institusi di China cukup kesulitan membeli kripto secara legal menggunakan Dolar AS. Jika ada stablecoin Yuan, akan jauh lebih mudah bagi “uang pintar” (smart money) dari Asia untuk masuk ke bursa kripto. Masuknya likuiditas bernilai triliunan dari Asia ini akan memicu permintaan (demand) raksasa yang bisa meroketkan Harga Bitcoin.

Q: Kenapa China daratan melarang tapi Hong Kong malah memberi izin kepada HSBC?
A: China mengadopsi sistem “Satu Negara, Dua Sistem”. Beijing menjaga stabilitas dan kedaulatan uang di daratan secara ketat untuk mencegah pelarian modal warga negaranya. Sementara itu, Hong Kong difungsikan sebagai “laboratorium” dan gerbang finansial internasional mereka, agar China tetap tidak tertinggal dalam inovasi Web3 global tanpa harus merusak sistem ekonomi di daratan utama.

Q: Apa yang harus saya lakukan sebagai investor pemula saat ini?
A: Berita ini adalah sinyal fundamental jangka menengah-panjang. Kamu tidak perlu melakukan perubahan portofolio secara ekstrem hari ini. Cukup pahami bahwa adopsi kripto oleh institusi dan negara-negara Asia semakin nyata. Tetap terapkan strategi investasi rutin (Dollar Cost Averaging) untuk mengakumulasi Bitcoin selagi pasarnya masih didominasi oleh institusi Barat.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment