BELIASET – Angin segar akhirnya berembus kencang di pasar kripto global! Menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, Harga Bitcoin (BTC) langsung bereaksi agresif dengan menyentuh rekor tertingginya dalam tiga bulan terakhir di angka $78.417 (sekitar Rp1,34 miliar dengan asumsi kurs Rp17.180/USD).
Bagi kamu investor muda Milenial dan Gen Z, momen ini adalah sebuah Big Deal. Setelah berbulan-bulan dihantui tren penurunan (bear market), riset terbaru dari raksasa finansial Grayscale menunjukkan bahwa Bitcoin telah secara resmi membentuk “titik dasar” (bottom) yang kuat.
Artinya, fase penderitaan kemungkinan besar sudah berakhir, dan kita kini sedang menginjakkan kaki di tahap awal siklus pasar banteng (bull market). Masuknya kembali selera risiko investor yang dipicu oleh redanya tensi geopolitik ini menjadi bensin utama yang siap mengerek portofoliomu.
Dilansir dari CoinGape, mari kita bedah analisis dari Grayscale, sentimen geopolitik yang mempengaruhinya, dan apa yang harus kamu persiapkan menyambut tren positif ini!
Sinyal Kuat Grayscale: “Dasar” Harga Sudah Terbentuk
Dalam artikel terbarunya, Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale (sekaligus mantan ahli strategi makro Goldman Sachs), menyoroti data on-chain yang sangat bullish. Menurutnya, rentang harga $65.000 hingga $70.000 (sekitar Rp1,11 miliar – Rp1,2 miliar) telah sah menjadi titik bottom atau lantai harga yang kokoh untuk Bitcoin pada siklus kali ini.
Indikator utamanya terlihat dari realized price (harga rata-rata perolehan koin) bagi investor yang membeli dalam 1-3 bulan terakhir, yang saat ini berada di kisaran $74.000 (Rp1,27 miliar). Artinya, para pembeli jangka pendek ini sudah tidak lagi merugi.
“Jika harga terus naik dalam beberapa hari ke depan, semakin banyak pembeli baru yang mencatatkan Profit and Loss (PnL) positif. Kondisi di mana tekanan jual mereda dan investor kembali untung ini adalah indikator klasik penanda fase pertama dari bull market,” prediksi Pandl.
Indikator Bull Score Membaik & Tsunami Dana Institusi
Optimisme ini tidak hanya datang dari Grayscale. Julio Moreno, Kepala Riset di CryptoQuant, mencatat bahwa Bitcoin Bull Score Index akhirnya berhasil keluar dari zona pesimis dan masuk ke area “Netral” untuk pertama kalinya selama bear market ini berlangsung.
Di sisi lain, laporan dari 10x Research membeberkan fakta bahwa gelombang akumulasi (cicil beli) saat ini terjadi jauh lebih awal dibandingkan siklus pemulihan sebelum-sebelumnya.
Menariknya, pembeli skala besar kini bukan cuma perusahaan MicroStrategy saja. Arus dana segar yang deras masuk melalui produk ETF Bitcoin Spot di bulan April menjadi bukti tak terbantahkan bahwa institusi global sedang berlomba-lomba mengoleksi Bitcoin.
Efek Domino Donald Trump dan Minyak Dunia
Tentu saja, lonjakan hampir 3% dalam sehari ini tidak lepas dari katalis politik makro. Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran. Trump mengklaim bahwa AS akan menahan rencana serangan mereka demi memberikan waktu bagi para pemimpin Iran untuk mengajukan proposal damai.
Meski blokade di Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS masih berlanjut, sentimen perdamaian ini cukup ampuh untuk merontokkan harga minyak dunia hingga meluncur di bawah $90 (sekitar Rp1,54 juta) per barel. Turunnya harga minyak berarti ancaman inflasi mereda, yang pada akhirnya membuat aset spekulatif seperti Bitcoin kembali bersinar.
Euforia ini langsung tergambar di pasar derivatif. Data CoinGlass mencatat total Open Interest (minat kontrak berjangka yang masih terbuka) untuk Bitcoin melonjak hampir 6% menjadi $59,53 miliar (Rp1.002 triliun). Para trader mulai berani memasang taruhan besar untuk kenaikan harga selanjutnya!
Navigasi Portofolio di Era OJK 2026
Lalu, bagaimana seharusnya kamu menyikapi sinyal-sinyal bullish ini?
Catatan Pengawasan OJK:
Memasuki era pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2026 ini, berinvestasi dengan tenang dan berbasis data adalah kunci kemenangan.
Berita ini menegaskan bahwa kita mungkin sedang berada di awal fase uptrend (tren naik). Meski begitu, jangan sampai euforia membuatmu mengambil keputusan impulsif seperti All-In menggunakan uang pinjaman. Volatilitas akibat berita politik (seperti konflik AS-Iran) masih bisa menciptakan koreksi harga sewaktu-waktu.
Tetaplah disiplin dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang sudah kamu susun. Dan pastikan, simpan aset dan transaksimu hanya di platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang resmi terdaftar di Bappebti demi jaminan keamanan legalitas.
FAQ: Apa Dampaknya Berita Ini Buat Portofolio Kamu?
Q: Kenapa perpanjangan gencatan senjata AS-Iran bisa meroketkan Harga Bitcoin?
A: Konflik bersenjata biasanya membuat harga minyak naik dan inflasi melonjak. Jika ada gencatan senjata, harga minyak turun dan ketakutan akan krisis ekonomi mereda. Dalam kondisi aman, investor besar (institusi) lebih berani memindahkan uang mereka dari aset safe haven (seperti Dolar) ke aset berisiko dengan imbal hasil tinggi seperti Bitcoin.
Q: Grayscale bilang Bitcoin sudah “Bottom” di Rp1,11 Miliar, apa artinya buat saya?
A: Artinya, menurut perhitungan ahli, kemungkinan Harga Bitcoin untuk anjlok lebih parah dari angka tersebut sudah sangat kecil. Risiko terburuk di pasar dianggap sudah berlalu, sehingga ini sering dilihat sebagai area yang relatif lebih “aman” untuk mulai membangun portofolio investasi jangka menengah-panjang.
Q: Apa itu “Open Interest” di pasar derivatif yang melonjak sampai Rp1.002 Triliun?
A: Open Interest adalah total nilai dari semua kontrak taruhan (futures/options) yang belum ditutup oleh trader. Lonjakan ini menandakan bahwa banyak uang baru yang masuk ke pasar dan para trader mulai sangat aktif bertaruh bahwa harga kripto akan melanjutkan tren kenaikannya.
Q: Apakah sekarang waktu yang tepat untuk FOMO beli Bitcoin?
A: Hindari Fear Of Missing Out (FOMO). Walaupun secara makro pasar terlihat sangat positif, menginvestasikan seluruh uangmu sekaligus tetap berisiko tinggi. Strategi paling cerdas adalah memecah modalmu menjadi beberapa bagian dan membelinya secara rutin setiap minggu/bulan, sehingga kamu terhindar dari pembelian di pucuk harga tertinggi harian.
Disclaimer & Peringatan Risiko:
Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.
