Bukan Ethereum atau Solana, Jaringan Kripto Ini Raup Rp192 Miliar Seminggu! Apa Pengaruhnya ke Harga Bitcoin?

BELIASET – Di dunia kripto, volume transaksi yang tinggi sering kali dijadikan tolak ukur kesuksesan sebuah jaringan (blockchain). Namun, realita di lapangan ternyata berbicara lain.

Sebuah jaringan spesifik bernama Hyperliquid baru saja membuat kejutan besar dengan mendominasi pasar pendapatan biaya transaksi (fee revenue), mengalahkan raksasa seperti Ethereum dan Solana.

Bagi kamu investor muda yang gemar mencari narasi baru (naratif Web3), data ini adalah sebuah Big Deal. Mengapa? Pendapatan jaringan adalah metrik paling jujur untuk melihat apakah sebuah blockchain benar-benar menghasilkan “uang nyata” dari penggunanya, bukan sekadar volume kosong akibat bot atau spekulasi memecoin.

Pergeseran tren dari blockchain serba bisa (L1) ke blockchain spesifik aplikasi (App-chain) ini menandakan kedewasaan industri. Di sisi lain, fenomena ini juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana fundamental utilitas jaringan dapat berdampak pada valuasi aset secara makro, termasuk stabilitas Harga Bitcoin (BTC) ke depannya.

Dilansir dari buletin Data & Insights milik The Block pada Rabu (13/5/2026), mari kita bedah mengapa jaringan pendatang baru ini bisa mencetak uang lebih banyak dari Ethereum dan apa artinya bagi portofolio investasimu!

Hyperliquid Sang Raja Baru, Solana Cuma “Volume Kosong”

Jika kita hanya melihat keramaian di media sosial, Solana seolah menjadi raja saat ini. Namun, saat berbicara soal “uang yang masuk ke kas jaringan”, peringkatnya berbanding terbalik.

Data minggu lalu menunjukkan Hyperliquid menguasai sekitar 43% pangsa pasar biaya transaksi kripto global, meraup pendapatan sekitar $11 juta (sekitar Rp192 miliar dengan asumsi kurs Rp17.490/USD).

Rahasianya? Hyperliquid adalah jaringan vertikal yang dibangun khusus untuk perdagangan derivatif (perpetuals). Para trader rela membayar biaya mahal untuk membuka, mempertahankan, dan menutup posisi leverage (utang) mereka.

Lalu ke mana para raksasa?

  • Ethereum hanya menangkap pangsa pasar 13% dengan pendapatan sekitar $3 juta (Rp52 miliar). Penurunan ini sebenarnya wajar, mengingat Ethereum sengaja memangkas biaya transaksi mereka secara drastis setelah pembaruan Dencun (Dencun upgrade) agar lebih ramah pengguna.

  • Solana berada di angka 10% atau sekitar $2 juta (Rp34 miliar). Ini adalah fakta yang menampar: tingginya volume perdagangan memecoin di Solana tidak berbanding lurus dengan pendapatan jaringan, karena biaya transaksi di sana memang diset sangat murah meriah.

Jaringan Bitcoin Sepi, Harga Bitcoin Rawan Turun?

Bagaimana dengan Bitcoin? Laporan tersebut mencatat bahwa pangsa pendapatan jaringan Bitcoin saat ini tergolong sangat kecil. Hype Ordinals (NFT Bitcoin) dan Runes yang sempat meledak pada 2024 lalu kini telah mereda drastis. Jaringan Bitcoin kini kembali ke fungsi dasarnya: murni untuk transfer nilai moneter.

Meski pendapatan biayanya kecil, hal ini justru tidak perlu dikhawatirkan oleh para “HODLers”. Menurunnya biaya transaksi di jaringan Bitcoin membuat pengiriman BTC menjadi lebih murah dan efisien bagi pengguna.

Ingatlah bahwa narasi utama yang menggerakkan Harga Bitcoin bukanlah dari biaya smart contract yang mahal, melainkan perannya sebagai “emas digital” dan penyimpan nilai (store of value) yang diadopsi oleh institusi raksasa global dan ETF.

Perspektif Investor Lokal di Era OJK 2026

Lalu, apa yang bisa dipelajari investor Milenial dan Gen Z dari data pendapatan jaringan ini?

Catatan Pengawasan OJK:

Memasuki era pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2026, metrik fundamental seperti ini sangat penting untuk menilai sebuah aset.

Besarnya pendapatan Hyperliquid membuktikan bahwa pasar derivatif (perdagangan berjangka/futures) perputarannya sangat gila dan padat modal. Namun, ingatlah bahwa instrumen derivatif memiliki risiko likuidasi (hilang modal 100%) yang sangat tinggi.

Bagi kamu investor di Indonesia, sangat tidak disarankan untuk berspekulasi di Bursa Terdesentralisasi (DEX) luar negeri yang tidak diregulasi. Tetaplah disiplin membangun kekayaan lewat investasi pasar Spot (pembelian aset nyata) di platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang sudah resmi berbadan hukum dan diawasi oleh Bappebti.

FAQ: Apa Dampaknya Berita Ini Buat Portofolio Kamu?

Q: Kenapa penting melihat “Pendapatan Jaringan” (Fee Revenue) dari sebuah aset kripto?
A: Pendapatan jaringan menunjukkan apakah sebuah koin memiliki bisnis yang nyata atau tidak. Blockchain yang menghasilkan uang sungguhan (dari biaya transaksi penggunanya) memiliki fundamental yang lebih sehat dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang kepada para pemegang tokennya, mirip seperti dividen di perusahaan saham.

Q: Apakah ini berarti Solana (SOL) dan Ethereum (ETH) sudah tidak bagus lagi?
A: Tidak sama sekali. Ethereum dan Solana sengaja menurunkan biaya transaksi mereka (membuatnya murah) agar ekosistem aplikasi mereka bisa menjangkau masyarakat luas. Mereka fokus pada pertumbuhan pengguna (horizontal scale), sementara Hyperliquid fokus memeras profit dari segmen trader profesional (vertical specialization). Keduanya memiliki model bisnis yang berbeda tapi sama-sama valid.

Q: Jaringan Bitcoin sepi biaya transaksi, apakah itu akan membuat Harga Bitcoin anjlok?
A: Tidak. Harga Bitcoin ditentukan oleh narasi makro ekonomi (kebijakan The Fed, inflasi) dan kelangkaan pasokannya (halving, aliran dana ETF), bukan dari seberapa mahal biaya transfernya. Sepinya transaksi NFT di Bitcoin justru mengembalikan fungsi aslinya sebagai alat simpanan yang anti-inflasi dengan biaya pengiriman yang kembali normal dan murah.

Q: Apakah saya harus memborong token dari jaringan yang berpendapatan tinggi seperti Hyperliquid?
A: Kinerja fundamental yang bagus sering kali menjadi sinyal investasi yang kuat. Namun, jangan pernah mengambil keputusan secara FOMO (takut ketinggalan). Lakukan riset mandiri, lihat valuasinya apakah sudah kemahalan (overvalued), dan gunakan strategi menyicil beli (DCA) dengan porsi uang dinginmu.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment