Riset MarkPlus 2026: ShopeePay Unggul di Pasar E-Wallet!

BELIASET.COM – Penggunaan dompet digital atau e-wallet semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Konsumen kini tidak hanya mencari layanan pembayaran yang cepat dan praktis, tetapi juga mempertimbangkan manfaat finansial, seperti cashback, gratis biaya transfer, dan potongan harga.

Perubahan perilaku tersebut membuat persaingan penyedia dompet digital semakin kompetitif.

Kemudahan transaksi, luasnya jaringan merchant, fleksibilitas pembayaran, dan penawaran promosi menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pilihan konsumen.

Melalui riset bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape, MarkPlus memetakan perilaku penggunaan dompet digital serta preferensi konsumen terhadap berbagai merek dan fitur pembayaran digital.

Riset yang melibatkan 400 responden di berbagai kota di Indonesia ini menemukan bahwa ShopeePay menempati posisi pertama pada sejumlah indikator, termasuk frekuensi penggunaan, rekomendasi konsumen, dan penggunaan QRIS.

Lantas, bagaimana tren penggunaan dompet digital di Indonesia berdasarkan riset MarkPlus 2026? Berikut rangkuman hasil penelitian tersebut.

Gagal Bertahan di Puncak: Lonjakan Harga Bitcoin ke Dekat USD 85.000 Gagal Total Usai Digagalkan Laporan Keuangan Tesla dan Meta

Riset MarkPlus 2026 Ungkap Perilaku Pengguna Dompet Digital

Hasil riset MarkPlus menunjukkan bahwa penggunaan dompet digital telah menjadi bagian dari kebiasaan transaksi responden.

Sebanyak 90,3% responden menyatakan telah menggunakan dompet digital selama lebih dari dua tahun. Angka tersebut menggambarkan pengalaman penggunaan yang relatif matang di antara responden yang disurvei.

Seiring dengan meningkatnya pengalaman menggunakan pembayaran digital, konsumen juga semakin memperhatikan manfaat yang ditawarkan setiap layanan.

Selain kemudahan dan kecepatan transaksi, pertimbangan konsumen mencakup efisiensi biaya, promosi, dan fleksibilitas dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembayaran.

Gagal Bertahan di Puncak: Lonjakan Harga Bitcoin ke Dekat USD 85.000 Gagal Total Usai Digagalkan Laporan Keuangan Tesla dan Meta

ShopeePay Menjadi Dompet Digital yang Paling Sering Digunakan

Berdasarkan riset MarkPlus, ShopeePay menempati peringkat pertama dalam indikator frekuensi penggunaan dompet digital.

Berikut hasil yang dicantumkan dalam riset MarkPlus 2026:

  • ShopeePay: 40%
  • GoPay: 34,3%
  • DANA: 15,3%
  • OVO: 1,8%

ShopeePay mencatat persentase tertinggi di antara merek yang disebutkan, disusul GoPay dan DANA.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ShopeePay memiliki posisi yang menonjol dalam kebiasaan penggunaan dompet digital di kalangan responden penelitian.

Namun, angka tersebut perlu dipahami sesuai cakupan riset dan kategori yang dilaporkan. Persentase di atas tidak mencakup 100% sehingga kategori atau merek lain perlu dikonfirmasi melalui laporan asli.

Menanti KTT Ekosistem Perdana Pi Network: Mampukah Menembus Level USD 0.10 di Tengah Bayang-Bayang Koreksi Pasar?

ShopeePay Menjadi Dompet Digital yang Paling Direkomendasikan

Selain frekuensi penggunaan, MarkPlus juga mengukur merek dompet digital yang paling direkomendasikan oleh konsumen.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

  • ShopeePay: 38%
  • GoPay: 35,5%
  • DANA: 13,8%
  • LinkAja: 2,5%
  • OVO: 1,8%

ShopeePay kembali menempati posisi pertama, diikuti GoPay.

Hasil ini memperlihatkan bahwa ShopeePay tidak hanya mencatat persentase tertinggi dalam indikator frekuensi penggunaan, tetapi juga dalam rekomendasi konsumen.

Meski demikian, frekuensi penggunaan dan rekomendasi merupakan dua indikator berbeda.

Penggunaan menggambarkan kebiasaan transaksi, sedangkan rekomendasi menunjukkan kesediaan responden menyarankan suatu layanan kepada orang lain.

Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp), Yosanova Savitry, menjelaskan bahwa penyedia dompet digital perlu memahami perubahan kebutuhan konsumen.

Menurutnya, kemudahan dan kecepatan transaksi tetap penting, tetapi konsumen juga mengharapkan fleksibilitas serta manfaat finansial yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Volatilitas Harga Bitcoin Sentuh Titik Terendah 2026: Pasar Tenang Menanti Keputusan The Fed dan Pemilu Paruh Waktu AS

QRIS Jadi Fitur Dompet Digital Paling Banyak Digunakan

Pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu fitur yang paling banyak digunakan responden dalam riset MarkPlus 2026.

QRIS memungkinkan pembayaran melalui kode QR yang mengikuti standar sistem pembayaran di Indonesia. Penggunaannya mendukung transaksi di berbagai merchant yang menyediakan fasilitas pembayaran tersebut.

Berdasarkan riset MarkPlus, QRIS digunakan oleh 85,3% responden. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan sejumlah aktivitas lain yang dilakukan melalui dompet digital.

Berikut perbandingan penggunaan fitur dompet digital berdasarkan riset MarkPlus 2026:

  • Pembayaran melalui QRIS: 85,3%
  • Transfer ke rekening bank atau e-wallet: 77,3%
  • Belanja daring: 70,8%
  • Pembelian produk digital: 69%

Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan dompet digital mencakup beragam kebutuhan, baik transaksi langsung di merchant maupun pembayaran secara daring.

Arus Keluar ETF Ether di AS Tembus USD 1 Miliar Sepanjang Oktober: Bagaimana Nasib Ketahanan Pergerakan Harga Bitcoin?

Kemudahan dan Kecepatan Menjadi Pertimbangan Utama Pengguna QRIS

Di antara responden yang sering menggunakan QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi faktor utama dalam memilih dompet digital.

Berikut faktor pertimbangan yang dicatat dalam riset:

  • Kemudahan dan kecepatan transaksi: 80,8%
  • Luasnya jaringan merchant: 54,4%
  • Promosi dan cashback: 51,3%

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pembayaran yang praktis menjadi prioritas bagi responden.

Jaringan merchant juga berperan penting karena pengguna membutuhkan layanan yang dapat digunakan di berbagai tempat.

Sementara itu, promosi dan cashback memberikan nilai tambah bagi konsumen yang ingin menghemat pengeluaran.

Sentimen Positif Saham Teknologi dan Kecerdasan Buatan Bangkitkan Pasar: Harga Bitcoin Kembali Menguji Level USD 83.000

ShopeePay Unggul dalam Top of Mind dan Penggunaan QRIS

MarkPlus juga mengukur merek dompet digital yang pertama kali terlintas dalam benak responden ketika memikirkan transaksi QRIS atau top of mind.

Hasilnya menunjukkan ShopeePay memperoleh persentase 37,7%, diikuti GoPay sebesar 35,5% dan DANA sebesar 17,8%.

Pada indikator frekuensi penggunaan QRIS, ShopeePay juga menempati posisi pertama dengan persentase 40,5%.

Berikut perbandingannya:

Indikator ShopeePay GoPay DANA
Top of mind QRIS 37,7% 35,5% 17,8%
Frekuensi penggunaan QRIS 40,5% 32,6% 16,1%

Data tersebut memperlihatkan posisi ShopeePay pada dua indikator berbeda dalam penggunaan QRIS di antara responden yang disurvei.

Top of mind mengukur merek yang pertama kali diingat, sedangkan frekuensi penggunaan berkaitan dengan kebiasaan responden menggunakan layanan untuk bertransaksi.

Analisis Teknikal Harga Bitcoin: Menatap Level Kunci dan Skenario Pergerakan Pasar Jelang Rapat The Fed

Fleksibilitas Sumber Dana Menjadi Pertimbangan Pengguna QRIS

Selain kemudahan transaksi, fleksibilitas sumber dana juga menjadi pertimbangan dalam memilih dompet digital.

Menurut riset MarkPlus, sebanyak 30% responden yang sering menggunakan QRIS mempertimbangkan ketersediaan berbagai pilihan sumber dana ketika memilih layanan pembayaran digital.

Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian konsumen memperhatikan bagaimana mereka dapat mengakses dan menggunakan dana untuk memenuhi kebutuhan transaksi.

Bagi penyedia layanan, fleksibilitas dapat menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pengalaman pembayaran digital.

Ketahanan Tak Terduga: Saat Saham Teknologi AS Ambles 5,5%, Harga Bitcoin Justru Tunjukkan Performa Lebih Tangguh

Transfer Digital Tetap Penting untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selain QRIS, transfer uang ke rekening bank maupun sesama dompet digital menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan responden.

Sebanyak 77,3% responden menggunakan dompet digital untuk transfer uang berdasarkan hasil riset MarkPlus.

Aktivitas ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari mengirim uang kepada keluarga hingga melakukan pembayaran kepada pihak lain.

Kemudahan, kecepatan, dan biaya administrasi menjadi aspek yang dapat dipertimbangkan konsumen ketika memilih layanan transfer digital.

Ancaman Baru Geopolitik: IRGC Tebar Isu Pemutusan Kabel Bawah Laut Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Harga Bitcoin dan Pasar Energi?

ShopeePay Mencatat Persentase Penggunaan Transfer Tertinggi

Dalam kategori transfer uang, ShopeePay memperoleh persentase penggunaan tertinggi di antara merek yang dicantumkan dalam riset MarkPlus 2026.

Berikut hasilnya:

  • ShopeePay: 41,8%
  • GoPay: 33,7%
  • DANA: 17,7%

ShopeePay menempati posisi pertama, diikuti GoPay dan DANA.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan dompet digital tidak hanya berkaitan dengan pembayaran di merchant, tetapi juga mencakup aktivitas pengiriman uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan biaya administrasi, batas transaksi, dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing layanan sebelum melakukan transfer.

Harga Bitcoin Terjepit di Antara Minyak Mahal dan Suku Bunga AS: Analisis Teknikal Ungkap Potensi Lonjakan Volatilitas

Pembelian Produk Digital Turut Mendorong Penggunaan E-Wallet

Dompet digital juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan produk digital, seperti pulsa, paket data, token listrik, dan layanan digital lainnya.

Dalam riset MarkPlus, sebanyak 69% responden menggunakan dompet digital untuk membeli produk digital.

Harga yang kompetitif menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen, dengan persentase sebesar 65,6% berdasarkan riset MarkPlus 2026.

Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya memperhatikan kepraktisan pembayaran, tetapi juga nilai yang diperoleh dari setiap transaksi.

JPMorgan Resmi Perluas Token Deposit JPM Coin ke Jaringan Ethereum: Sinyal Kuat Adopsi Finansial Tradisional ke Infrastruktur Publik

ShopeePay Menjadi Pilihan Utama dalam Pembelian Produk Digital

Pada kategori pembelian produk digital, ShopeePay mencatat persentase penggunaan sebesar 39,5%.

Temuan tersebut menempatkan ShopeePay di posisi pertama dalam kategori yang dilaporkan.

Harga yang kompetitif, proses pembelian yang mudah, dan kecepatan transaksi dapat menjadi pertimbangan ketika konsumen memilih layanan untuk memenuhi kebutuhan digital secara rutin.

Bagi konsumen, perbedaan harga dan biaya transaksi dapat memengaruhi total pengeluaran, terutama ketika pembelian dilakukan secara berkala.

Oleh karena itu, pengguna sebaiknya membandingkan harga akhir, biaya tambahan, dan syarat promosi sebelum menyelesaikan transaksi.

Gelombang Penarikan ETF Kripto AS Tembus USD 549 Juta Pekan Ini: Tekanan Jual Terus Bayangi Pergerakan Harga Bitcoin

Promosi dan Cashback Memengaruhi Preferensi Konsumen

Promosi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan konsumen dalam menggunakan dompet digital.

Berbagai penawaran, seperti cashback, potongan harga, dan gratis biaya transfer, dapat memberikan kesempatan bagi konsumen untuk menghemat pengeluaran.

Namun, manfaat promosi perlu dilihat secara menyeluruh. Konsumen juga perlu memperhatikan syarat penggunaan, batas cashback, masa berlaku, serta biaya lain yang mungkin timbul.

Perusahaan Perbendaharaan Bitcoin Capital B Catat Kerugian Bersih USD 78 Juta Akibat Penyesuaian Nilai: Agresif Akumulasi Koin di Tengah Fluktuasi

ShopeePay Mendapat Penilaian Tertinggi dalam Penawaran Promosi

Riset MarkPlus menunjukkan bahwa ShopeePay memperoleh persentase tertinggi pada indikator merek dompet digital yang dinilai paling banyak menawarkan promosi.

Berikut hasil yang dicantumkan dalam riset MarkPlus 2026:

  • ShopeePay: 56,8%
  • GoPay: 33,5%
  • DANA: 4,8%
  • OVO: 2%

Hasil tersebut menunjukkan bahwa ShopeePay memiliki posisi menonjol dalam persepsi responden mengenai penawaran promosi.

Meski demikian, indikator tersebut tidak otomatis berarti ShopeePay selalu menawarkan harga paling murah atau cashback terbesar dalam setiap transaksi.

Harga Bitcoin Terjebak di “Perangkap 8.000 USD”: Menanti Pertemuan The Fed dan Tekanan Inflasi AS Jelang Paruh Waktu

Manfaat Jangka Panjang Menjadi Tantangan Penyedia Dompet Digital

Menurut Yosanova Savitry, promosi dapat menjadi salah satu faktor untuk menarik minat konsumen menggunakan dompet digital.

Namun, manfaat jangka panjang juga bergantung pada relevansi penawaran terhadap kebutuhan transaksi sehari-hari.

Penyedia layanan perlu mempertimbangkan bagaimana menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis, andal, dan memberikan manfaat secara konsisten.

Dengan demikian, promosi bukan satu-satunya faktor yang menentukan preferensi konsumen. Kemudahan penggunaan, kualitas layanan, dan efisiensi transaksi juga perlu diperhatikan.

Harga Bitcoin Sempat Jebol di Bawah USD 80.000: Ketika Kepanikan Ritel Bertemu dengan Aksi Akumulasi Diam-Diam oleh Whale

Riset MarkPlus 2026 Ungkap Tren Penggunaan Kredit Digital dan PayLater

Selain memetakan penggunaan dompet digital, riset MarkPlus juga mengkaji pemanfaatan layanan kredit digital di antara responden.

Berdasarkan riset MarkPlus 2026, sekitar 86,5% responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital.

Dari kelompok responden yang pernah menggunakan kredit digital tersebut, sebanyak 90,8% di antaranya juga pernah menggunakan layanan PayLater.

Temuan ini memperluas gambaran mengenai penggunaan layanan keuangan digital oleh responden, yang tidak hanya mencakup pembayaran dan transfer uang, tetapi juga fasilitas pembayaran dengan skema kredit.

Harga Bitcoin Teruji di Bawah USD 81.000: Lonjakan Data Inflasi AS Hidupkan Kembali Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Federal Reserve

SPayLater Menjadi Layanan PayLater yang Paling Banyak Digunakan

Di antara responden yang menggunakan PayLater, SPayLater mencatat persentase penggunaan tertinggi sebesar 77,4%.

PayLater merupakan layanan yang memungkinkan konsumen melakukan pembelian sekarang dan membayar kemudian sesuai ketentuan penyedia layanan. Skema ini juga dikenal sebagai Buy Now Pay Later (BNPL).

Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa SPayLater memiliki posisi menonjol di antara pengguna PayLater yang disurvei.

Namun, persentase penggunaan sebesar 77,4% tidak dapat langsung diartikan sebagai pangsa pasar SPayLater di seluruh Indonesia.

Interpretasi tersebut memerlukan informasi tambahan mengenai metode penelitian, cakupan responden, dan definisi indikator yang digunakan.

Pertahanan Harga Bitcoin di Level USD 80.000 Diuji: Ada “Jebakan Likuidasi” di Balik Dinding Pembelian Raksasa

Penggunaan PayLater Perlu Diimbangi Pengelolaan Keuangan yang Bijak

Kemudahan akses terhadap layanan kredit digital dapat membantu konsumen mengatur waktu pembayaran sesuai ketentuan produk yang digunakan.

Namun, PayLater tetap dapat menimbulkan kewajiban pembayaran yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan keuangan pribadi.

Sebelum menggunakan layanan tersebut, konsumen sebaiknya memahami biaya, bunga jika ada, tanggal jatuh tempo, denda keterlambatan, serta konsekuensi apabila pembayaran tidak dilakukan sesuai perjanjian.

Penggunaan layanan kredit digital secara bijak perlu mempertimbangkan kemampuan membayar, bukan hanya kemudahan memperoleh fasilitas pembayaran.

Binance Resmi Tutup Layanan Penambangan Bitcoin Usai Daya Komputasi Anjlok 65%: Apa Artinya bagi Jaringan Blockchain?

Apa Arti Temuan Riset MarkPlus bagi Persaingan E-Wallet?

Riset MarkPlus 2026 memberikan gambaran mengenai berbagai faktor yang memengaruhi penggunaan layanan keuangan digital di antara responden.

Temuan tersebut juga memberikan sejumlah perspektif bagi penyedia layanan yang bersaing dalam industri pembayaran digital.

Kemudahan Transaksi Tetap Menjadi Prioritas

Tingginya penggunaan QRIS dan transfer digital menunjukkan pentingnya kemudahan transaksi dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Penyedia layanan perlu memastikan proses pembayaran dapat digunakan dengan praktis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Harga dan Efisiensi Biaya Memengaruhi Pilihan Konsumen

Harga kompetitif, biaya transfer, dan promosi dapat memengaruhi keputusan konsumen ketika memilih layanan.

Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan biaya akhir transaksi, bukan hanya nilai promosi yang ditawarkan.

Fleksibilitas dan Keandalan Layanan Perlu Diperhatikan

Pengguna memiliki kebutuhan transaksi yang beragam, mulai dari pembayaran QRIS hingga pembelian produk digital.

Ketersediaan fitur yang relevan dan pengalaman penggunaan yang andal dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan keuangan digital.

Kepercayaan Menjadi Bagian Penting dalam Penggunaan Jangka Panjang

Persaingan layanan digital tidak hanya berkaitan dengan menarik pengguna baru.

Penyedia layanan juga perlu membangun kepercayaan melalui informasi biaya yang transparan, perlindungan akun, layanan pelanggan, dan penanganan transaksi yang jelas.

Dalam layanan kredit digital, transparansi mengenai kewajiban pembayaran dan ketentuan kredit juga menjadi aspek penting bagi konsumen.

BlackRock Pangkas Peringkat Saham AS dan Beralih ke Surat Berharga Negara: Bagaimana Nasib Saham Kripto dan Harga Bitcoin?

Kesimpulan

Riset MarkPlus bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape memberikan gambaran mengenai penggunaan dompet digital dan layanan keuangan digital di antara 400 responden di berbagai kota di Indonesia.

Berdasarkan riset MarkPlus 2026, ShopeePay menempati posisi pertama dalam sejumlah indikator, termasuk frekuensi penggunaan dompet digital sebesar 40%, rekomendasi konsumen sebesar 38%, serta frekuensi penggunaan QRIS sebesar 40,5%.

QRIS juga menjadi fitur yang paling banyak digunakan responden, dengan persentase 85,3%.

Sementara itu, transfer digital dan pembelian produk digital turut menjadi bagian penting dari penggunaan dompet digital sehari-hari.

Di luar pembayaran digital, riset tersebut mencatat bahwa 86,5% responden pernah menggunakan fitur kredit digital. Di antara responden pengguna PayLater, SPayLater mencatat persentase penggunaan sebesar 77,4%.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan beragamnya kebutuhan konsumen dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Kemudahan transaksi, efisiensi biaya, promosi, fleksibilitas, dan keandalan layanan menjadi sejumlah aspek yang relevan dalam memahami preferensi responden.

Meski demikian, hasil riset perlu dipahami sesuai cakupan penelitian dan indikator yang diukur.

Persentase yang dilaporkan tidak otomatis menggambarkan pangsa pasar nasional atau membuktikan bahwa satu layanan merupakan pilihan terbaik bagi semua konsumen.

Perusahaan Publik Evernorth Gandeng Ripple, Kraken, dan Coinbase untuk Kelola Perbendaharaan XRP Senilai USD 648 Juta

FAQ

1. Apa hasil utama riset MarkPlus 2026 tentang dompet digital?

Berdasarkan riset MarkPlus 2026, ShopeePay menempati posisi pertama pada sejumlah indikator, termasuk frekuensi penggunaan, rekomendasi konsumen, penggunaan QRIS, transfer digital, dan penilaian terhadap penawaran promosi.

2. Apa dompet digital yang paling sering digunakan menurut riset MarkPlus 2026?

ShopeePay mencatat persentase 40%, diikuti GoPay sebesar 34,3%, DANA sebesar 15,3%, dan OVO sebesar 1,8% pada indikator frekuensi penggunaan yang dicantumkan dalam riset MarkPlus 2026.

3. Berapa persentase responden yang menggunakan QRIS?

Sebanyak 85,3% responden menggunakan QRIS berdasarkan hasil riset MarkPlus 2026 yang diberikan.

4. Apa faktor utama dalam memilih dompet digital untuk transaksi QRIS?

Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi faktor utama, dengan persentase 80,8% di antara responden yang sering menggunakan QRIS. Luas jaringan merchant dan promosi atau cashback juga menjadi pertimbangan.

5. Berapa persentase responden yang pernah menggunakan kredit digital?

Sekitar 86,5% responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital berdasarkan riset MarkPlus 2026.

6. Apa layanan PayLater yang paling banyak digunakan dalam riset tersebut?

SPayLater mencatat persentase penggunaan tertinggi sebesar 77,4% di antara responden yang menggunakan PayLater.

7. Apakah ShopeePay merupakan dompet digital terbaik di Indonesia?

Riset yang diberikan menunjukkan ShopeePay memperoleh persentase tertinggi pada sejumlah indikator yang diukur. Namun, hasil tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa ShopeePay merupakan pilihan terbaik bagi semua pengguna. Pilihan layanan tetap bergantung pada kebutuhan transaksi, biaya, fitur, keamanan, dan preferensi masing-masing konsumen.

8. Apa perbedaan dompet digital dan PayLater?

Dompet digital merupakan layanan yang memungkinkan pengguna mengakses dana elektronik dan melakukan pembayaran sesuai fitur yang tersedia. Sementara itu, PayLater memungkinkan transaksi dilakukan sekarang dengan pembayaran pada waktu berikutnya berdasarkan ketentuan penyedia layanan. PayLater dapat melibatkan kewajiban kredit, biaya, atau bunga sesuai produk yang digunakan.

9. Apa yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan PayLater?

Pengguna perlu memeriksa biaya, bunga jika ada, tanggal jatuh tempo, denda keterlambatan, dan ketentuan pembayaran. Penggunaan PayLater sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan agar kewajiban pembayaran tidak mengganggu kebutuhan lainnya.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment