Strategi Berbeda Dua Raksasa Korporasi: Strategy Pilih Buyback Saham Preferen, Strive Malah Jor-Jorán Borong Bitcoin Senilai USD 511 Juta

Jakarta, beliaset.id – Pergerakan korporasi global dalam mengelola perbendaharaan aset digital kembali menunjukkan strategi yang sangat kontras. Di satu sisi, perusahaan intelijen bisnis Strategy memilih untuk mengerem pembelian aset kripto dan menggelontorkan dana jumbo untuk membeli kembali saham preferen mereka; sementara di sisi lain, kompetitornya, Strive, justru tampil agresif memborong Harga Bitcoin dalam jumlah besar.

Bagi kamu investor muda, perbedaan arah kebijakan modal di antara korporasi pemegang aset digital terbesar ini adalah sebuah Big Deal. Dilansir dari laporan eksklusif CryptoSlate, Strategy menghentikan rekor pembelian Bitcoin mingguan untuk fokus menggelontorkan dana sebesar $204,9 juta (sekitar Rp3,72 triliun dengan asumsi kurs Rp18.160/USD) guna menarik kembali saham preferen STRC mereka.

Sebaliknya, Strive justru mencatatkan rekor pembelian 6,182 BTC senilai $511,4 juta (sekitar Rp9,28 triliun) untuk mengejar posisi kepemilikan korporasi terbesar di dunia.

Mari kita bedah anatomi langkah buyback saham Strategy, agresivitas Strive dalam memburu posisi kedua dunia, serta apa implikasinya bagi strategi portofolio investasi kamu di era pengawasan OJK pada tahun 2026.

Langkah Strategis Strategy: Jeda Akumulasi Bitcoin demi Stabilisasi Saham Preferen STRC

Setelah mencatatkan tren pembelian Bitcoin secara berturut-turut dalam lima pekan sebelumnya, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor ini untuk sementara waktu tidak menambah porsi koin mereka, membuat total kepemilikan bertahan di angka 848,517 BTC.

  • Fokus Buyback Saham Preferen: Strategy menghabiskan dana kas yang cukup besar untuk menarik kembali 2,07 juta saham preferen STRC, melanjutkan kampanye pembelian yang secara akumulatif telah menelan biaya lebih dari $2 miliar sejak bulan Juli lalu.
  • Agenda Dividen Harian: Perusahaan juga menjadwalkan pemungutan suara pemegang saham untuk mengubah jadwal pembayaran dividen STRC menjadi harian guna mengurangi volatilitas harga di pasar sekaligus menjaga kestabilan nilai instrumen tersebut tanpa menaikkan tingkat imbal hasil tahunan sebesar 12%.

Aksi Agresif Strive: Memburu Posisi Kedua Korporasi Pemegang Bitcoin Terbesar

Berbeda dengan langkah konservatif Strategy, Strive justru memanfaatkan pembiayaan berbasis saham preferen seri A untuk menggenjot kepemilikan aset digital mereka secara masif.

  • Lonjakan Kepemilikan BTC: Strive sukses mengakuisisi 6.182 BTC senilai $511,4 juta dalam sepekan, mengangkat total cadangan mereka menjadi 43,000 BTC.
  • Persaingan Ketat di Papan Atas: Angka tersebut membuat Strive kini hanya terpaut tipis sekitar 1.000 BTC di belakang perusahaan Jepang Metaplanet (44.000 BTC) dan sedikit di bawah Twenty One Capital (43,514 BTC), mendekati ambisi mereka untuk mengamankan posisi kedua sebagai korporasi pemegang Bitcoin terbesar di dunia sebelum akhir tahun 2026

Apa Artinya bagi Indonesia?

Dinamika strategi keuangan yang ditempuh oleh korporasi-korporasi global besar memberikan beberapa catatan penting bagi kamu yang mengelola portofolio investasi di Indonesia di bawah ekosistem pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2026:

 

  1. Pahami Prioritas Pengelolaan Modal Korporasi: Perusahaan publik yang masuk ke ekosistem kripto tidak hanya melakukan pembelian aset secara terus-menerus, tetapi juga harus mengelola kewajiban dividen dan struktur modal mereka. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen risiko korporat berjalan secara kompleks.
  2. Kenyamanan Berinvestasi di Bursa Berizin OJK: Di tengah berbagai strategi keuangan korporasi global yang dinamis, investor di Indonesia yang bertransaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital  (PAKD) resmi berizin OJK dilindungi oleh standar operasional hukum nasional, transparansi tata kelola, dan pemisahan dana nasabah yang aman.
  3. Disiplin Menerapkan Manajemen Risiko: Hindari terpengaruh oleh aksi korporasi jangka pendek yang bersifat spekulatif. Gunakan strategi alokasi portofolio yang terukur serta terapkan metode pembelian berkala (Dollar Cost Averaging).

FAQ (Pedoman Tanya Jawab)

Q: Mengapa perusahaan Strategy memilih untuk menghentikan pembelian Bitcoin sementara waktu dan fokus membeli kembali saham preferen mereka?
A: Strategy mengalihkan fokus untuk menstabilkan harga saham preferen STRC dan mengurangi kewajiban dividen jangka panjang, sebuah langkah manajemen modal internal setelah melakukan ekspansi besar-besaran sebelumnya.

Q: Seberapa besar kepemilikan Bitcoin yang dipegang oleh Strive saat ini?
A: Melalui pembelian terbarunya senilai $511,4 juta, total kepemilikan Strive telah mencapai 43,000 BTC, menempatkan mereka sangat dekat dengan posisi Metaplanet sebagai korporasi terbesar kedua di dunia.

Q: Apa yang harus dilakukan oleh investor pemula saat melihat perusahaan publik mengubah strategi alokasi dana mereka?
A: Tetap tenang, fokus pada fundamental jangka panjang aset utama, gunakan dana dingin yang tidak mengganggu kebutuhan pokok, dan selalu lakukan riset mandiri (DYOR).

Q: Bagaimana OJK melindungi saya di Indonesia dari risiko strategi keuangan korporasi global?
A: OJK dan Bappebti memastikan seluruh bursa resmi di Indonesia mematuhi aturan pencadangan modal, keterbukaan informasi yang transparan, serta perlindungan konsumen agar investor ritel tetap aman dari dinamika pasar eksternal.

 

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment