Harga Bitcoin Rebound ke Rp1,13 Miliar! AS Diam-diam “Serok Bawah” dan Isu Ketua The Fed Baru

BELIASET – Akhirnya, kita bisa bernapas lega! Setelah minggu lalu pasar kripto terasa seperti roller coaster horor yang bikin portofolio berdarah-darah, awal pekan ini (9/2/2026) pasar kembali bergairah.

Harga Bitcoin (BTC) sukses melakukan U-turn positif dan kembali merebut level psikologis $71.000 atau setara Rp1,1 miliar (kurs estimasi Rp16.000/USD). Padahal, beberapa hari lalu harganya sempat menyentuh titik terendah di kisaran Rp1 M ($60.000).

Apa yang membuat pasar tiba-tiba berbalik arah (rebound) secepat ini? Ternyata ada tiga “bumbu penyedap” utama: Rumor pembelian strategis AS, Ketua The Fed baru, dan harapan regulasi. Yuk, kita bedah satu per satu!

Rumor Panas: AS “Serok” Bitcoin di Rp960 Juta?

Dilansir dari CoinGape, salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah rumor yang beredar di Wall Street. Manajer Hedge Fund terkenal, Jim Cramer, dalam wawancaranya dengan CNBC menyebutkan bahwa Cadangan Strategis AS (U.S. Strategic Reserve) dikabarkan melakukan pembelian Bitcoin tepat saat harganya jatuh ke level $60.000 (Rp960 juta).

Jika ini benar, artinya pemerintah AS di bawah administrasi Trump benar-benar serius menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan negara, mirip seperti emas. Aksi “serok bawah” oleh negara adidaya ini memberikan kepercayaan diri yang masif bagi investor institusi dan ritel bahwa ada “lantai” harga yang dijaga pemerintah.

Kevin Warsh: Nahkoda Baru The Fed yang Pro-Kripto?

Sentimen positif kedua datang dari kebijakan moneter. Presiden Trump dijadwalkan akan mengumumkan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell untuk kursi Ketua The Fed (Bank Sentral AS).

Kenapa ini Big Deal?

  • Pro-Pemangkasan Suku Bunga: Warsh dikenal mendukung kebijakan pemangkasan suku bunga yang cepat.

  • Likuiditas Pasar: Suku bunga rendah biasanya membuat Dolar AS melemah dan aset berisiko (seperti Saham & Kripto) terbang.

  • Pandangan Kripto: Warsh memiliki pandangan yang dinilai lebih bersahabat (bullish) terhadap inovasi aset digital dibanding pendahulunya.

Pasar merespons positif karena berharap era “uang ketat” akan segera berakhir, yang tentunya menjadi angin segar bagi Harga Bitcoin.

Selain itu, rekam jejak Warsh yang sering melontarkan gagasan inovatif dianggap sebagai sinyal ‘lampu hijau’ bagi modernisasi sistem keuangan AS.

Berbeda dengan pendekatan konservatif sebelumnya yang seringkali memandang aset digital dengan skeptis, pasar berharap kepemimpinan Warsh akan membuka pintu bagi integrasi aset kripto ke dalam perbankan arus utama.

Jika ini terjadi, gelombang adopsi institusional baru bisa membanjiri pasar, sebuah katalis yang sangat dinanti oleh para pemegang aset jangka panjang untuk mendorong harga ke level All Time High baru.

Waspada Volatilitas: Hantu “Government Shutdown” Masih Ada

Eits, jangan senang dulu. Meski pasar sedang hijau, ada satu risiko yang mengintai di akhir pekan ini: Government Shutdown (Penutupan Pemerintahan AS) jilid dua.

Masalah pendanaan pemerintah AS belum sepenuhnya tuntas. Situs prediksi Polymarket memberikan peluang 77% bahwa pemerintah AS akan tutup sementara pada 14 Februari nanti jika kesepakatan anggaran DHS (Department of Homeland Security) tidak tercapai.

Senator John Fetterman memprediksi penutupan parsial mungkin terjadi. Jika ini terjadi, volatilitas pasar bisa kembali liar karena ketidakpastian ekonomi jangka pendek.

Peringatan OJK:

Di tengah euforia rebound ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor Indonesia untuk tidak FOMO (Fear Of Missing Out). Kenaikan harga yang cepat seringkali diikuti koreksi wajar.

Pastikan kamu:

  1. Tetap gunakan uang dingin.

  2. Diversifikasi aset (jangan all-in di satu koin).

  3. Bertransaksi hanya di Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang berizin resmi di Indonesia demi keamanan danamu.

FAQ: Pertanyaan Seputar Rebound Harga Bitcoin

Q: Apakah Harga Bitcoin sudah aman dari penurunan?
A: Belum 100%. Level $71.000 (Rp1,13 Miliar) adalah pemulihan bagus, tapi kita perlu melihat harga bertahan di atas level ini selama beberapa hari untuk konfirmasi tren naik. Risiko shutdown AS bisa bikin harga goyang lagi.

Q: Benarkah AS beli Bitcoin?
A: Sejauh ini masih berupa laporan dari analis dan media (seperti klaim Jim Cramer). Belum ada pengumuman resmi dari Gedung Putih atau Departemen Keuangan AS. Namun, pasar sering bergerak berdasarkan rumor (“Buy the Rumor”).

Q: Siapa Kevin Warsh dan apa dampaknya ke portofolio saya?
A: Dia calon Ketua The Fed. Jika dia terpilih dan menurunkan suku bunga, biasanya harga aset investasi (Kripto, Saham, Reksa Dana) akan naik karena likuiditas di pasar bertambah.

Q: Apa itu Government Shutdown?
A: Kondisi di mana pemerintah AS menghentikan layanan non-esensial karena belum ada kesepakatan anggaran. Ini bikin investor takut (ketidakpastian) dan biasanya bikin harga aset volatil sementara.

Q: Apakah altcoin (Ethereum, XRP) akan ikut naik?
A: Ya, biasanya altcoin mengikuti pergerakan Harga Bitcoin. Saat Bitcoin rebound dan sentimen membaik, Ethereum dan XRP juga tercatat mengalami kenaikan hari ini.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment