Bitcoin Jebol ke Bawah Rp1,4 Miliar! Indodax Ungkap Biang Keroknya

BELIASET – Portofolio aset kripto kamu merah membara hari ini? Tenang, kamu enggak sendirian. Bitcoin (BTC) baru saja mengalami koreksi tajam dan terlempar ke bawah level psikologis $90.000 atau sekitar Rp1,44 miliar (kurs estimasi Rp16.000/USD).

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Pasar Aset Keuangan Digital global sedang kena imbas dari ketegangan geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat dan Eropa. Lantas, apakah ini saatnya panik atau justru peluang serok?

Yuk, kita bedah analisis dari pakarnya biar kamu enggak salah langkah!

“Perang Tarif” & Drama Greenland Bikin Pasar Goyang

Berdasarkan data perdagangan Rabu (21/1/2026), Bitcoin sempat menyentuh level terendah di kisaran $87.000 (sekitar Rp1,39 miliar).

Menurut laporan Indodax, salah satu exchange terdaftar OJK, biang kerok penurunan ini adalah sentimen “Risk-Off”. Artinya, investor ramai-ramai kabur dari aset berisiko (saham & kripto) dan lari ke aset aman (safe haven) seperti Emas.

Ada tiga pemicu utama kepanikan pasar kali ini:

  1. Perang Tarif AS vs Eropa: Kekhawatiran eskalasi tarif dagang yang mencekik ekonomi global.

  2. Isu Greenland: Tekanan politik Washington kepada Denmark terkait kendali atas wilayah Greenland.

  3. Gejolak Obligasi Jepang: Pasar utang Jepang yang tidak stabil memicu ketidakpastian likuiditas global.

Dampaknya? Bukan cuma Bitcoin yang jatuh, indeks saham Wall Street (S&P 500 dan Nasdaq) juga ikut boncos lebih dari 2%.

Indodax: Bitcoin Makin “Dewasa” tapi Sensitif

VP INDODAX, Antony Kusuma
VP INDODAX, Antony Kusuma

Menanggapi situasi ini, Antony Kusuma, Vice President Indodax, menjelaskan bahwa pergerakan ini wajar terjadi karena Bitcoin kini sudah dianggap sebagai aset global yang serius.

“Dalam situasi seperti ini, Bitcoin tidak berdiri sendiri. Ketika pasar global masuk ke fase risk-off akibat ketegangan geopolitik, aset berisiko cenderung mengalami koreksi secara bersamaan akibat aksi jual,” jelas Antony.

Menurutnya, penurunan ini bukan karena fundamental Bitcoin yang jelek, melainkan faktor eksternal (makroekonomi). Masuknya banyak investor institusi (perusahaan besar) ke pasar kripto membuat harga Bitcoin jadi lebih sensitif terhadap berita ekonomi dunia, mirip seperti saham.

Catatan Investor: Ini adalah konsekuensi dari “maturasi pasar”. Semakin Bitcoin diakui dunia, semakin ia bergerak mengikuti irama ekonomi global.

Jangan FOMO, Tetap DYOR!

Kondisi pasar yang volatile (naik-turun cepat) seperti ini seringkali memancing emosi. Antony mengingatkan investor muda, khususnya Gen Z, untuk tidak terjebak perilaku FOMO (Fear of Missing Out) ataupun Panic Selling.

“Periode seperti ini menegaskan pentingnya perspektif jangka panjang. Pasar kripto akan terus bergerak mengikuti arus global, dan ketahanan investor diuji justru saat ketidakpastian meningkat,” tambahnya.

Tips dari Indodax untuk kamu:

  • Jangan ambil keputusan investasi berdasarkan emosi sesaat.

  • Pahami bahwa volatilitas adalah karakter asli pasar kripto.

  • Selalu lakukan riset mandiri (DYOR – Do Your Own Research) sebelum membeli atau menjual.

Pastikan juga kamu hanya bertransaksi di platform yang aman dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar danamu terlindungi regulasi Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Seputar Koreksi Bitcoin Hari Ini

Q: Kenapa harga Bitcoin turun drastis hari ini?

A: Penurunan dipicu oleh ketegangan geopolitik (isu tarif AS-Eropa & Greenland) serta gejolak pasar obligasi Jepang, yang membuat investor global menarik dana dari aset berisiko.

Q: Apa itu sentimen “Risk-Off”?

A: Kondisi pasar di mana investor menghindari aset berisiko tinggi (seperti saham dan kripto) dan memindahkan uangnya ke aset yang lebih aman (seperti Emas atau uang tunai) karena takut akan ketidakpastian ekonomi.

Q: Apakah aman beli Bitcoin saat harga jatuh (Buy the Dip)?

A: Buy the dip bisa jadi strategi yang baik jika kamu investor jangka panjang. Namun, pastikan gunakan “uang dingin” dan siap dengan risiko volatilitas jika harga turun lebih lanjut.

Q: Berapa harga Bitcoin sekarang dalam Rupiah?

A: Per 21 Januari 2026, Bitcoin bergerak di bawah Rp1,44 Miliar, sempat menyentuh level Rp1,39 Miliar.

Q: Apakah Bitcoin akan pulih kembali?

A: Penurunan ini didorong faktor eksternal, bukan kerusakan fundamental. Secara historis, pasar kripto sering bangkit (rebound) setelah guncangan makro mereda.

Disclaimer & Peringatan Risiko:
Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment