Elon Musk Nyaris Terbitkan Koin Kripto OpenAI Senilai Rp160 T

BELIASET – Siapa sangka, sejarah teknologi dunia mungkin akan sangat berbeda jika rencana ini benar-benar kejadian. Ternyata, Elon Musk pernah nyaris meluncurkan Aset Keuangan Digital (kripto) untuk mendanai OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT yang kini mendunia.

Dokumen internal yang baru saja terungkap menunjukkan bahwa pada awal 2018, Musk sempat setuju untuk menjajaki skema Initial Coin Offering (ICO) raksasa. Nilainya gak main-main, mencapai $10 miliar atau sekitar Rp160 triliun(kurs estimasi Rp16.000/USD)!

Bayangkan kalau koin “OpenAI” ini beneran rilis, mungkin portofolio kripto kamu isinya bukan cuma Bitcoin, tapi juga token AI milik Musk. Lantas, kenapa rencana ini batal?

Ambisi $10 Miliar di Era “ICO Fever”

Dilansir dari CoinDesk, transkrip panggilan telepon internal antara Elon Musk dan para pendiri OpenAI menunjukkan diskusi serius untuk membuat sayap bisnis for-profit yang didanai lewat token kripto.

Konteks waktunya penting banget, guys. Tahun 2017-2018 adalah masa “ICO Boom”. Saat itu, startup berlomba-lomba jualan token ke publik sebagai jalan pintas cari modal selain lewat Venture Capital.

  • Target: Mengumpulkan $10 Miliar (Rp160 Triliun).

  • Tujuan: Mendanai misi nonprofit OpenAI melawan dominasi Google.

Namun, di akhir Januari 2018, Musk berubah pikiran. Ia menilai bahwa skema ICO pun tidak akan cukup mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk menyaingi raksasa teknologi lain. Akhirnya, Musk memilih cabut dari OpenAI untuk fokus mengembangkan AI di Tesla.

Apa Bedanya dengan Struktur OpenAI Sekarang?

Keputusan Musk untuk membatalkan ICO dan keluar dari perusahaan mengubah takdir OpenAI. Alih-alih menjadi proyek berbasis komunitas kripto (DeFi/DAO), OpenAI kini bertransformasi menjadi struktur hibrida: perusahaan capped-profit yang didukung investasi korporasi raksasa seperti Microsoft.

Tapi, narasi “AI x Crypto” tidak mati begitu saja. Sam Altman (CEO OpenAI saat ini) akhirnya tetap terjun ke dunia kripto lewat proyek Worldcoin (WLD), meskipun ini terpisah dari entitas OpenAI.

Pelajaran Penting Buat Investor Indonesia (OJK Context)

Berita ini jadi pengingat bahwa tren investasi itu cepat berubah. Dulu ICO adalah primadona, tapi sekarang regulator global (termasuk Indonesia) jauh lebih ketat.

Di Indonesia, pengawasan Aset Keuangan Digital kini berada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Hati-hati dengan ICO/Presale: Banyak proyek ICO di masa lalu berakhir rug pull (penipuan). Di era 2026 ini, OJK sangat selektif.

  2. Cek Legalitas: Jangan asal beli token baru yang mengatasnamakan tokoh terkenal (seperti Elon Musk) jika token tersebut belum masuk dalam Daftar Aset Kripto Legal (Whitelisted) di bursa terdaftar.

  3. Elon Musk Effect: Ingat, nama Elon Musk sering dipakai untuk mempompa harga koin meme (pump and dump). Selalu riset mandiri sebelum FOMO.

FAQ: Pertanyaan Seputar Elon Musk & Kripto AI

Q: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? A: ICO adalah cara penggalangan dana di mana proyek kripto baru menjual token/koin mereka ke publik, mirip seperti IPO di pasar saham, tapi jauh lebih berisiko dan seringkali minim regulasi.

Q: Apakah sekarang ada koin resmi OpenAI atau Elon Musk? A: Tidak ada. OpenAI tidak punya token resmi. Elon Musk juga tidak punya token pribadi (meski ia sering mendukung Dogecoin). Hati-hati penipuan yang mencatut nama mereka!

Q: Apa hubungan Sam Altman dengan Kripto? A: Sam Altman (CEO OpenAI) adalah pendiri proyek Worldcoin (WLD), sebuah proyek identitas digital berbasis blockchain yang memindai retina mata. Ini berbeda dengan OpenAI.

Q: Apakah aman berinvestasi di token bertema AI? A: Token sektor AI (seperti FET, RENDER, dll) memiliki potensi di 2026, namun volatilitasnya sangat tinggi. Pastikan token tersebut terdaftar di bursa legal yang diawasi OJK.

Q: Mengapa Elon Musk membatalkan ICO OpenAI? A: Musk menilai saat itu (2018) ICO tidak akan mampu mengumpulkan dana yang cukup besar dan berkelanjutan untuk ambisi jangka panjang OpenAI, serta risiko regulasi yang belum jelas.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy1
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment