BELIASET – Awal Februari 2026 ini dibuka dengan “Senin Kelabu” bagi pasar kripto. Bukannya rebound, Harga Bitcoin (BTC) justru terperosok makin dalam, menyentuh level harga yang membawa kita kembali ke memori bull market tahun 2021 silam.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $77.853 atau sekitar Rp1,24 miliar (kurs estimasi Rp16.000/USD). Ini adalah level terendah sejak November 2024.
Para analis global mulai membunyikan alarm bahaya: jika level support ini jebol, kita mungkin akan melihat Bitcoin terjun bebas ke angka $50.000 (Rp800 juta). Apa saja penyebab utamanya? Berikut 5 hal yang wajib kamu tahu minggu ini.
1. Ancaman Turun ke Rp800 Juta Bukan Isapan Jempol
Dilansir dari Cointelegraph, sentimen pasar saat ini sangat bearish (pesimis). Analis kripto populer, Roman, memperingatkan bahwa area $76.000 (Rp1,21 miliar) adalah pertahanan terakhir.
“Banyak volume penjualan saat penurunan, ini konfirmasi aksi harga bearish. Kita berada di fase bear dan saya mengantisipasi level $50.000 (Rp800 juta) atau bahkan lebih rendah,” tulisnya.
Jika prediksi ini benar, artinya masih ada ruang penurunan sekitar 35% lagi dari harga sekarang. Ouch!
2. “Efek Kevin Warsh” & Dolar AS yang Mengamuk
Faktor makroekonomi menjadi biang kerok utama. Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed memicu kekhawatiran kebijakan moneter yang ketat (hawkish).
Dampaknya langsung terasa:
-
Dolar AS (DXY): Bangkit dari kubur ke level 95,50. Ingat rumus dasarnya: Dolar Kuat = Kripto Lemah.
-
Emas Hancur: Emas mengalami penurunan terburuk dalam 40 tahun, jatuh ke $4.400/oz. Ketika aset safe haven seperti emas saja dijual masif (turun 20% dari puncak), biasanya ini tanda krisis likuiditas global. Investor butuh uang tunai (cash is king), sehingga semua aset dijual, termasuk Bitcoin.
3. Investor AS “Mogok Beli” (Coinbase Premium Negatif)
Data on-chain tidak bisa bohong. Indikator Coinbase Premium (selisih harga Bitcoin di Coinbase AS vs Binance global) jatuh makin dalam ke wilayah negatif.
Ini artinya, investor institusi dan ritel di Amerika Serikat sedang tidak berminat membeli Bitcoin, atau bahkan sedang gencar menjualnya.
“Diskon harga ini bertahan lama, bukan sekadar penjualan taktis. Ini tanda permintaan spot dari AS sedang ‘minggir’ dari pasar,” tulis analisis dari CryptoQuant. Tanpa daya beli dari Wall Street, sulit bagi Harga Bitcoin untuk bangkit.
4. Indikator RSI: Satu-satunya Harapan?
Di tengah badai, ada satu titik cahaya. Indikator Relative Strength Index (RSI) mingguan Bitcoin berada di angka 32,2, mendekati wilayah oversold (jenuh jual).
Trader Mags mencatat bahwa level RSI serendah ini terakhir kali terjadi di dasar bear market tahun 2022 (saat harga $26.000). Secara historis, kondisi jenuh jual seringkali diikuti oleh pemantulan harga (rebound). Namun, analis lain memperingatkan bahwa proses pembentukan dasar (bottoming) bisa memakan waktu berbulan-bulan, bukan hitungan hari.
5. Laporan Keuangan Raksasa Teknologi
Minggu ini adalah minggu penentuan bagi pasar saham AS, yang berkorelasi erat dengan kripto. Raksasa teknologi seperti Amazon dan Google akan merilis laporan keuangan.
Setelah minggu lalu Intel dan Microsoft mengecewakan pasar, jika Amazon dan Google juga gagal memenuhi ekspektasi, pasar saham bisa lanjut rontok dan menyeret Bitcoin makin dalam.
Situasi pasar global sedang sangat tidak menentu (highly volatile). BeliAset menyarankan investor untuk menghindari spekulasi berlebihan. Jangan gunakan uang kebutuhan sehari-hari untuk “menangkap pisau jatuh”. Pastikan asetmu tersimpan aman di Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang legal.
FAQ: Pertanyaan Seputar Kondisi Bitcoin Minggu Ini
Q: Apakah Bitcoin pasti turun ke Rp800 Juta?
A: Tidak ada yang pasti. Itu adalah target teknikal jika support Rp1,2 Miliar jebol. Namun, pasar bisa berbalik arah jika ada berita positif mendadak dari AS.
Q: Kenapa Emas turun kok Bitcoin ikut turun? Bukannya Bitcoin anti-emas?
A: Dalam kondisi panik ekstrem (liquidity crunch), investor menjual SEMUA aset (Emas, Saham, Kripto) untuk mendapatkan uang tunai Dolar AS. Korelasinya jadi positif (sama-sama turun).
Q: Apa yang harus saya lakukan sekarang?
A: Jika kamu trader, wait and see adalah pilihan bijak sampai tren jelas. Jika kamu investor jangka panjang, area RSI rendah biasanya dianggap area akumulasi (cicil beli), tapi siapkan mental jika harga turun lagi.
Q: Kapan pasar akan membaik?
A: Analis memperkirakan pasar butuh waktu untuk stabil. Mungkin setelah kepastian kebijakan The Fed yang baru atau setelah RSI bulanan memberikan sinyal pembalikan arah.
Q: Apakah aman serok altcoin (Ethereum/Solana) sekarang?
A: Altcoin biasanya jatuh lebih dalam dibanding Bitcoin saat pasar crash. Risikonya jauh lebih tinggi. Fokus pada Bitcoin (King Crypto) biasanya lebih aman saat kondisi tidak pasti.
Disclaimer & Peringatan Risiko:
Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.
