Kevin Warsh Bikin “Horor”? Harga Bitcoin Tergelincir ke Bawah Rp1,07 Miliar, Waspada Level Ini!

BELIASET – Rabu pagi (11/2/2026) ini, pasar kripto kembali menyapa investor dengan grafik merah. Harapan pemulihan cepat yang sempat muncul awal pekan ini harus tertunda karena sentimen makroekonomi Amerika Serikat yang kembali menakutkan pasar.

Harga Bitcoin (BTC) terpantau tergelincir turun 3,1% dalam 24 jam terakhir, menembus ke bawah level psikologis $67.000 atau kini diperdagangkan di kisaran Rp1,068 miliar (kurs estimasi Rp16.000/USD).

Tak hanya sang raja, Ethereum (ETH) juga ikut terseret turun 4,1% ke level $1.965 (Rp31,4 juta), sementara XRP dan BNB masing-masing turun lebih dari 4%. Apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata, sosok calon ketua bank sentral AS yang baru menjadi biang kerok ketakutan ini.

Efek Kevin Warsh: Sinyal “Uang Ketat” Kembali Hantui Pasar

Dilansir dari The Block, analis pasar menunjuk satu nama sebagai pemicu aksi jual terbaru ini: Kevin Warsh.

Nominasi Warsh sebagai Ketua The Fed (Federal Reserve) menggantikan Jerome Powell diartikan oleh pasar sebagai sinyal Hawkish.

  • Apa itu Hawkish? Ini adalah sikap kebijakan moneter yang agresif/ketat.

  • Dampaknya: Andri Fauzan Adziima, Research Lead di Bitrue, menjelaskan bahwa pasar kini mengantisipasi likuiditas yang lebih ketat dan pemangkasan suku bunga yang lebih sedikit di masa depan.

Bagi aset berisiko seperti kripto, “uang mahal” (suku bunga tinggi) adalah musuh utama. Investor lebih memilih menyimpan uang di obligasi pemerintah daripada berspekulasi di Harga Bitcoin.

“Cuci Gudang” Leverage: Kabar Baik atau Buruk?

Meskipun harga turun, ada satu sisi positif dari kejadian ini. Vincent Liu, CIO dari Kronos Research, melihat data derivatif menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan “pembersihan” (flush out).

Posisi-posisi trader yang menggunakan utang berlebih (excess leverage) telah terlikuidasi.

“BTC dan ETH turun karena bursa mengalami deleveraging (pengurangan utang) yang dalam, dengan funding rates yang memberi sinyal bahwa sebagian besar posisi leverage sudah bersih,” ujar Liu.

Artinya, pasar kini lebih sehat dan tidak terlalu “buncit” oleh spekulasi uang pinjaman. Namun, Liu menambahkan bahwa investor institusi besar tampaknya masih wait and see, menunggu katalis yang lebih jelas sebelum masuk kembali dalam jumlah besar.

Catatan OJK:

Peristiwa likuidasi ini menjadi pengingat keras bagi investor Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang penggunaan leverage tinggi bagi investor ritel demi keamanan. Penurunan harga 3-4% saja bisa menghabisi modalmu jika menggunakan leverage 20x atau lebih di platform luar negeri yang tidak teregulasi. Tetaplah bertransaksi di Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) resmi dengan fitur Spot yang lebih aman.

Anomali: Harga Turun, Tapi Institusi Masih Beli?

Menariknya, di saat harga turun, investor institusi lewat ETF (Exchange-Traded Fund) justru melakukan akumulasi.

Data SoSoValue mencatat:

  • Bitcoin ETF: Mencatat arus masuk bersih (inflow) sebesar $166,5 juta (Rp2,6 triliun) pada hari Selasa, naik dari hari sebelumnya.

  • Ethereum ETF: Masuk tipis $13,8 juta.

Ini menunjukkan adanya divergensi: Pedagang jangka pendek panik menjual karena isu The Fed, sementara institusi jangka panjang memanfaatkan penurunan ini untuk menyerok aset.

Level Krusial: Pertahanan Terakhir di Rp960 Juta

Lalu, sampai kapan penurunan ini akan berlanjut?

Andri Fauzan menyarankan para trader untuk memantau zona stabilisasi di kisaran $60.000 – $65.000 (Rp960 juta – Rp1,04 miliar).

Jika area ini mampu bertahan, ada peluang untuk rebound. Namun jika jebol, kita mungkin akan melihat tes ulang ke level yang lebih rendah. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada data tenaga kerja AS hari Kamis besok, yang bisa menjadi penentu arah suku bunga selanjutnya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Koreksi Harga Bitcoin Hari Ini

Q: Siapa itu Kevin Warsh dan kenapa pasar takut padanya?
A: Kevin Warsh adalah calon Ketua The Fed yang baru. Pasar takut karena rekam jejaknya yang cenderung mendukung suku bunga tinggi dan kebijakan uang ketat, yang buruk bagi harga aset investasi seperti saham dan kripto.

Q: Apakah Harga Bitcoin akan jatuh di bawah Rp1 Miliar?
A: Sangat mungkin. Support terdekat ada di Rp1,04 Miliar ($65k). Jika sentimen makro memburuk, harga bisa menguji area Rp960 Juta ($60k).

Q: Apakah Altcoin (ETH, SOL, XRP) aman?
A: Biasanya, saat Bitcoin “batuk” (turun 3%), Altcoin akan “demam” (turun 5-10%). Ethereum sudah kehilangan level $2.000, jadi risiko penurunan lanjutan pada Altcoin masih tinggi.

Q: Kenapa ETF masih beli padahal harga turun?
A: Institusi memiliki cakrawala investasi tahunan, bukan harian. Mereka melihat penurunan ini sebagai diskon, berbeda dengan trader ritel yang mudah panik.

Q: Apa yang harus saya lakukan sekarang?
A: Jangan menangkap pisau jatuh. Tunggu hingga harga stabil di area support Rp960 juta – Rp1,04 miliar. Jika kamu investor jangka panjang, strategi DCA (cicil beli) tetap relevan.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment