Badai Peretasan DeFi Bikin USDT Makin Perkasa Libas USDC, Sinyal Positif atau Negatif Buat Harga Bitcoin?

BELIASET – Di tengah guncangan hebat yang melanda ekosistem Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) akibat rentetan peretasan brutal, sebuah pergeseran kekuatan raksasa sedang terjadi. Para investor kripto global kini berbondong-bondong memindahkan kekayaan mereka ke Tether (USDT), menjadikannya tempat berlindung (safe haven) utama dan mendorong kapitalisasi pasarnya ke rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Sementara itu, pesaing terdekatnya, Circle (USDC), justru mulai ditinggalkan dan bahkan tersandung masalah hukum.

Bagi kamu investor muda di Tanah Air, eksodus massal ke stablecoin ini adalah sebuah Big Deal. Kenapa? Ketika kepanikan melanda pasar akibat peretasan, “uang pintar” (smart money) tidak serta-merta ditarik ke rekening bank tradisional, melainkan diparkir dalam wujud USDT.

Tumpukan likuiditas raksasa bernilai ribuan triliun Rupiah ini ibarat “bubuk mesiu” yang siap diledakkan kapan saja. Saat sentimen pasar kembali pulih, dana segar inilah yang akan membanjiri bursa dan menjadi katalis utama pendorong reli Harga Bitcoin (BTC) ke level yang lebih tinggi.

Dilansir dari Decrypt, mari kita bedah mengapa investor kini lebih percaya pada USDT dan mengapa raksasa sekelas USDC kini sedang terpojok oleh rentetan berita negatif!

Tragedi Drift Protocol dan Pelarian ke USDT

Dominasi Tether semakin tak terbendung sejak protokol DeFi berbasis jaringan Solana, Drift Protocol, diretas senilai $285 juta (sekitar Rp4,90 triliun dengan asumsi kurs Rp17.220/USD) pada awal April ini.

Sejak peretasan yang diduga kuat didalangi oleh kelompok peretas asal Korea Utara tersebut, kapitalisasi pasar USDT melonjak 2,1% menyentuh angka fantastis $188 miliar (sekitar Rp3.236 triliun). Di sisi lain, laju USDC tumbuh lebih lambat di angka 1,4%, dengan total nilai mencapai $78,25 miliar (Rp1.347 triliun).

Analis senior dari Nansen, Jake Kennis, menjelaskan bahwa di saat krisis melanda, investor akan mencari jalan keluar yang paling aman dan cepat. “Likuiditas USDT yang jauh lebih dalam di berbagai bursa terpusat menjadikannya ‘jalur pelarian’ (flight to safety) yang paling masuk akal saat terjadi tekanan ekstrem di ekosistem DeFi. Efek jaringan USDT yang lebih besar terbukti bekerja sangat baik di masa penuh risiko ini,” jelas Kennis.

Dilema Moral Circle dan Gugatan Hukum Triliunan Rupiah

Nasib kurang beruntung justru dialami oleh penerbit USDC, Circle. Mereka kini harus menghadapi gugatan kelompok (class-action lawsuit) dari para korban peretasan Drift Protocol. Circle dituduh lalai karena tidak membekukan dana curian senilai $232 juta (Rp3,99 triliun) dalam bentuk USDC yang dipindahkan oleh peretas menggunakan infrastruktur milik mereka.

CEO Circle, Jeremy Allaire, membela diri dengan tegas. Ia menyatakan bahwa membekukan dana pengguna secara sepihak akan menimbulkan “dilema moral yang signifikan” dan mencederai nilai desentralisasi. Namun, buntut dari kasus ini, Drift Protocol telah mengisyaratkan akan berhenti mendukung USDC dan beralih sepenuhnya ke USDT setelah mendapat komitmen pemulihan dari pihak Tether.

Kepanikan ini juga merambat ke protokol raksasa lainnya. Catatan dari bank investasi Compass Point menyoroti bahwa investor dengan sangat cepat menarik dana sebesar $1,5 miliar (Rp25 triliun) dari protokol pinjaman Aave. Para analis memprediksi, eksodus besar-besaran dari ekosistem DeFi ini akan memberikan tekanan berat pada pendapatan Circle maupun mitranya, Coinbase, di kuartal ini.

Kacamata Keamanan Investor di Era OJK 2026

Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi persaingan stablecoin dan rentetan peretasan ini?

Catatan Pengawasan OJK:

Memasuki era pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2026, keamanan platform tempat kamu bertransaksi adalah prioritas mutlak.

Perang dominasi antara USDT dan USDC, serta maraknya peretasan platform DeFi (yang mayoritas beroperasi di luar yurisdiksi hukum), adalah bukti nyata bahwa berinvestasi digital membutuhkan manajemen risiko yang ekstra.

Jika kamu ingin mengamankan modal (mengubah kripto menjadi stablecoin) saat pasar sedang merah, pastikan kamu melakukannya di dalam ekosistem platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang resmi berizin di Indonesia.

Bursa resmi yang diawasi Bappebti memiliki protokol keamanan institusional dan kewajiban hukum untuk melindungi aset nasabahnya, menjauhkanmu dari risiko kehilangan 100% dana akibat eksploitasi peretas (hacker).

FAQ: Apa Dampaknya Berita Ini Buat Portofolio Kamu?

Q: Apa hubungannya peretasan DeFi dengan Harga Bitcoin?
A: Secara teknis jaringan, Bitcoin sama sekali tidak terpengaruh oleh peretasan DeFi (karena blockchain-nya berbeda). Namun, saat platform DeFi bernilai triliunan rupiah diretas, kepanikan massal (panic selling) sering terjadi. Kepanikan ini bisa menyeret turun sentimen pasar secara keseluruhan, menekan laju Harga Bitcoin dalam jangka pendek karena banyak investor yang memilih “tarik tunai” ke stablecoin.

Q: Kenapa saat krisis, orang lebih memilih USDT daripada USDC?
A: Alasan utamanya adalah kedalaman likuiditas. USDT tersedia secara masif di hampir seluruh bursa kripto besar (CEX) di dunia. Saat investor panik dan ingin segera mencairkan koin mereka ke stablecoin tanpa selisih harga (slippage) yang merugikan, USDT adalah opsi yang paling cepat dan mudah dieksekusi.

Q: Apa itu gugatan ‘class-action’ yang menimpa Circle (USDC)?
A: Para korban peretasan di ekosistem Solana menggugat Circle karena mereka menganggap Circle—sebagai entitas terpusat pengelola USDC—memiliki kemampuan teknis untuk membekukan koin USDC yang dicuri oleh peretas, tapi menolak melakukannya.

Q: Apa yang harus saya lakukan saat banyak berita peretasan seperti ini?
A: Jangan ikut panik, tapi jadikan ini momen untuk mengevaluasi kembali di mana kamu menyimpan asetmu. Jika asetmu murni tersimpan di bursa kripto lokal (PFAK) resmi, portofoliomu aman dari peretasan protokol DeFi luar negeri ini. Namun, jika kamu sering mengunci dana di aplikasi DeFi (yield farming), sangat disarankan untuk menarik kembali danamu ke dompet yang lebih aman hingga ekosistem kembali stabil.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

Badai Peretasan DeFi Bikin USDT Makin Perkasa Libas USDC, Sinyal Positif atau Negatif Buat Harga Bitcoin?

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment