“Paus” Kripto Tahan Barang, Pasokan XRP di Binance Sentuh Titik Terendah 4 Tahun! Sinyal Reli Menyusul Harga Bitcoin?

BELIASET – Setelah hampir tiga bulan bergerak mendatar (sideways) dan membuat banyak investor bosan, XRP kini menunjukkan sinyal fundamental yang sangat menjanjikan.

Data analitik on-chain terbaru membongkar sebuah rahasia besar: para “Paus” (investor raksasa/institusi) secara diam-diam menahan koin mereka dan enggan mengirimkannya ke bursa untuk dijual. Arus masuk XRP ke bursa Binance bahkan dilaporkan menyentuh titik terendah dalam empat tahun terakhir!

Bagi kamu investor muda yang jeli, anomali data ini adalah sebuah Big Deal. Ketika para “Paus” berhenti memindahkan asetnya ke bursa (yang biasanya merupakan persiapan untuk menjual), itu artinya mereka sangat yakin harga akan segera naik.

Tertahannya pasokan besar ini menciptakan potensi supply shock (kejutan pasokan) yang bisa melontarkan harga XRP ke level psikologis baru. Momentum ini sangat krusial, mengingat arus modal sedang mencari alternatif di tengah pergerakan Harga Bitcoin (BTC) yang sedang mengalami koreksi sehat.

Dilansir dari analisis pasar CoinGape, mari kita bedah indikator kelangkaan XRP ini dan level harga berapa yang sedang dibidik oleh para analis top!

Rekor Terendah 4 Tahun: “Paus” Pilih Simpan Barang

Indikator dari firma riset CryptoQuant, khususnya metrik arus masuk paus 30-hari (Sum 30D), menunjukkan perubahan sentimen yang sangat drastis di kalangan investor kelas kakap.

Sebagai perbandingan, pada awal Maret lalu, para paus terpantau memindahkan sekitar 2,6 miliar XRP ke Binance. Pergerakan raksasa seperti itu umumnya memicu tekanan jual yang berat. Namun hari ini, angkanya anjlok drastis menjadi hanya 736 juta XRP.

Mengeringnya aliran dana ke bursa ini menandakan bahwa para miliarder kripto lebih memilih mengunci koin mereka di dompet pribadi (cold wallet) untuk jangka panjang.

Secara historis, penurunan drastis transfer paus ke bursa perdagangan seperti ini selalu menjadi prekursor (pertanda awal) dari kelangkaan suplai. Jika suplai di bursa menipis sementara permintaan dari institusi keuangan tradisional (seperti langkah UBS yang berinvestasi di ETF XRP Grayscale) terus mengalir, lonjakan harga tinggal menunggu waktu.

Analis Bidik Target Harga Baru: Sanggupkah Tembus Rp33.600?

Mengeringnya pasokan dari para paus ini juga diimbangi oleh daya beli yang luar biasa di pasar reguler (spot). Analis kripto yang dikenal dengan nama samaran Dom, menyoroti bahwa meskipun ada aksi jual senilai $35 juta (sekitar Rp605 miliar dengan asumsi kurs Rp17.300/USD) di pasar spot Binance dalam sepekan terakhir, order pembelian baru terus bermunculan untuk menyerap semua koin yang dijual tersebut.

Daya serap yang kuat ini didukung oleh arus masuk dana ke produk ETF XRP senilai $13,03 juta (sekitar Rp225,4 miliar), yang mendorong total Nilai Aktiva Bersih (NAB) produk tersebut mencapai $1,43 miliar (sekitar Rp24,7 triliun).

Dom memprediksi bahwa keberhasilan pembeli dalam menyerap tekanan jual ini akan memicu breakout (penembusan harga). Syarat utamanya adalah XRP harus mampu menjebol resistensi di level $1,47 (sekitar Rp25.431).

Jika level ini tembus, dan didukung oleh kembalinya momentum positif pada aset kripto utama, grafik 12-jam menunjukkan XRP memiliki landasan pacu yang bersih menuju target berikutnya di $1,80 (Rp31.140) dan $2,10 (Rp36.330).

Saat ini, XRP terpantau terkoreksi tipis 2% ke level $1,41 (Rp24.393) akibat aksi ambil untung (profit taking). Pelemahan ini sejalan dengan sentimen penghindaran risiko (risk-off) sesaat di pasar makro, di mana Harga Bitcoin juga melandai 2% ke kisaran $80.837 (sekitar Rp1,39 miliar).

Strategi Cerdas di Era OJK 2026

Lalu, bagaimana kamu harus mengatur strategi portofolio di tengah sinyal kelangkaan pasokan ini?

Catatan Pengawasan OJK:

Memasuki era pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2026, berinvestasi dengan berlandaskan data adalah tameng terkuatmu melawan rumor dan FOMO.

Berita menipisnya pasokan koin dari “Paus” memang merupakan sinyal bullish (positif) untuk jangka menengah dan panjang. Namun, jangan jadikan ini alasan untuk menggunakan seluruh uangmu (All-In) hari ini juga. Koreksi yang terjadi pada Bitcoin bisa memberikan imbas fluktuasi sesaat bagi altcoin seperti XRP.

Gunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) untuk mencicil beli saat harga sedang turun. Dan yang terpenting, pastikan transaksi dan penyimpanan asetmu hanya dilakukan di platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang resmi, berbadan hukum, dan berlisensi Bappebti di Indonesia.

FAQ: Apa Dampaknya Berita Ini Buat Portofolio Kamu?

Q: Kenapa turunnya arus masuk koin ke Binance dianggap kabar baik?
A: Saat investor besar (Paus) memindahkan koin ke bursa seperti Binance, niat utama mereka biasanya adalah untuk menjual. Jika koin yang dikirim sedikit (turun ke rekor 4 tahun), berarti mereka tidak mau menjual di harga sekarang. Ini membuat pasokan di pasar menipis, yang secara teori akan mengerek harga naik jika banyak orang yang ingin membeli.

Q: Apa hubungannya investasi dari UBS atau ETF XRP dengan pergerakan harga?
A: ETF (Exchange Traded Fund) adalah jalur bagi uang institusi raksasa (seperti bank, dana pensiun) untuk masuk ke kripto secara legal. Semakin banyak dana dari raksasa finansial tradisional seperti UBS yang masuk ke ETF XRP, semakin banyak koin yang akan disedot dari pasar, sehingga memperkuat fondasi fundamental harganya.

Q: Apakah koreksi Harga Bitcoin bisa merusak potensi reli XRP?
A: Ya, dalam jangka pendek. Bitcoin memegang dominasi besar atas arah angin pasar kripto. Jika Bitcoin terkoreksi tajam, altcoin (termasuk XRP) biasanya akan ikut terseret turun karena kepanikan pasar. Namun, jika Bitcoin hanya terkoreksi wajar dan mendatar (sideways), uang para investor sering kali akan dirotasi (diputar) masuk ke altcoin, memicu apa yang disebut Altseason.

Q: Kapan saat yang tepat untuk mulai membeli XRP?
A: Jika kamu berinvestasi jangka panjang, belilah secara bertahap (DCA) tanpa perlu menebak titik harga terendah. Namun secara teknikal, para trader biasanya menunggu harga XRP ditutup kuat (terkonfirmasi) di atas Rp25.431 ($1.47) sebelum ikut menumpang momentum tren naik tersebut.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment