XRP Meroket Lebih dari 60% dalam Sebulan: Tiga Alasan Utama di Balik Lonjakan Harga dan Kaitannya dengan Pergerakan Harga Bitcoin

BELIASET – Pasar aset kripto kembali diselimuti sentimen bullish yang kuat setelah token XRP mencatatkan kenaikan impresif lebih dari 60% dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Di saat pergerakan Harga Bitcoin terus menjadi penentu arah likuiditas pasar secara keseluruhan.

XRP berhasil mencuri panggung utama berkat gelombang akumulasi masif oleh para investor besar (whale) serta arus masuk institusional yang konsisten.

Bagi kamu investor muda, reli kencang ini adalah sebuah Big Deal. Dilansir dari laporan eksklusif CoinGape, lonjakan harga XRP tidak terjadi secara kebetulan, melainkan ditopang oleh tiga pilar utama: proyeksi jangka panjang dari para analis kenamaan, arus masuk produk spot ETF yang tak pernah putus, serta aksi borong besar-besaran oleh dompet whale.

Mari kita bedah tiga alasan utama di balik meroketnya harga XRP, target harga dari para analis global, serta apa implikasinya bagi strategi portofolio investasi kamu di era pengawasan OJK pada tahun 2026.

 

1. Proyeksi Jangka Panjang Analis Kenamaan: Target USD 5,40 hingga USD 28

Daya tarik XRP di mata investor institusi dan ritel semakin kuat seiring dengan terbitnya sejumlah proyeksi valuasi jangka panjang dari para trader veteran maupun lembaga keuangan global.

  • Target Peter Brandt: Trader veteran Peter Brandt baru-baru ini membagikan analisis grafik mingguan yang memproyeksikan target jangka panjang XRP di level $5,40 (sekitar Rp97.111 dengan asumsi kurs Rp17.980/USD), yang merepresentasikan potensi kenaikan hingga 260% berdasarkan pola historis siklus pasar.
  • Proyeksi Standard Chartered: Lembaga keuangan Standard Chartered mematok target harga XRP di angka $28 untuk tahun 2030, didorong oleh adopsi utilitas pembayaran XRPL, likuiditas lintas batas, serta ekspansi tokenisasi aset dan stablecoin. Sementara itu, analis teknikal Ali Martinez melihat potensi terdekat menuju level $2 jika level resistensi $1,60 berhasil ditembus.

2. Arus Masuk ETF Spot XRP yang Terus Mengalir

Selain proyeksi fundamental, instrumen keuangan institusional melalui produk spot XRP ETF terus menunjukkan performa yang sangat solid.

  • Akumulasi Dana Mingguan: Berdasarkan data SoSoValue, ETF spot XRP mencatatkan tambahan dana masuk sebesar $22,65 juta pada hari Jumat, menutup pekan perdagangan dengan total surplus $75,59 juta dan mendongkrak akumulasi bersih kumulatif hingga menyentuh $1,79 miliar.
  • Kepercayaan Investor Institusi: Konsistensi arus masuk ini menunjukkan bahwa permintaan riil dari investor pasar tradisional terus bertambah, memberikan fondasi harga yang jauh lebih stabil terhadap guncangan pasar jangka pendek.

3. Aksi Akumulasi Masif oleh Whale dan Lonjakan Aktivitas Jaringan

Faktor ketiga yang menjadi bahan bakar utama reli XRP adalah perilaku on-chain dari para pemegang token berskala besar (whale).

  • Aksi Borong Token oleh Whale: Data on-chain yang dilacak oleh Ali Martinez menunjukkan bahwa kelompok dompet dengan kepemilikan 1 juta hingga 10 juta XRP telah mengumpulkan lebih dari 470 juta token (senilai sekitar $724 juta) hanya dalam kurun waktu lima hari, mendongkrak total kepemilikan kelompok tersebut dari 12,37 miliar menjadi 12,80 miliar XRP.
  • Pertumbuhan Aktivitas Jaringan: Dari sisi fundamental adopsi, jumlah pembuatan akun baru di jaringan XRP melonjak 34% mencapai 3,2 ribu akun baru dalam sepekan, dengan total akun aktif harian menyentuh angka 17,8 ribu, mencerminkan peningkatan partisipasi pengguna secara nyata.

Apa Artinya bagi Indonesia?

Lonjakan masif pada altcoin utama seperti XRP di tengah dinamika pasar global memberikan beberapa catatan strategis bagi kamu yang mengelola portofolio investasi di Indonesia di bawah ekosistem pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2026:

 

  1. Pahami Kekuatan Akumulasi Whale: Pergerakan harga yang didukung oleh akumulasi dompet besar dan ETF cenderung memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan spekulasi jangka pendek semata.
  2. Kenyamanan Berinvestasi di Bursa Berizin OJK: Di tengah tingginya volatilitas dan berita geopolitik global yang dapat memicu aksi ambil untung (profit-taking), investor di Indonesia yang bertransaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital  (PAKD) resmi berizin OJK dilindungi oleh standar operasional hukum nasional, transparansi tata kelola, dan pemisahan dana nasabah yang aman.
  3. Disiplin Menerapkan Manajemen Risiko: Hindari mengambil keputusan impulsif akibat FOMO (Fear of Missing Out) saat melihat harga melesat tajam. Gunakan strategi alokasi portofolio yang terukur serta terapkan metode pembelian berkala (Dollar Cost Averaging).

FAQ (Pedoman Tanya Jawab)

Q: Apa saja tiga alasan utama di balik lonjakan harga XRP dalam sebulan terakhir?
A: Lonjakan tersebut didorong oleh proyeksi harga jangka panjang yang optimis dari analis dan institusi, konsistensi arus masuk modal melalui spot XRP ETF, serta aksi borong masif (whale accumulation) di on-chain.

Q: Mengapa aksi akumulasi oleh whale penting untuk diamati oleh investor ritel?
A: Akumulasi oleh whale menunjukkan bahwa investor bermodal besar memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang aset tersebut, yang sering kali mendahului tren kenaikan harga lanjutan.

Q: Apa yang harus dilakukan oleh investor pemula saat melihat harga suatu aset kripto melonjak tinggi secara cepat?
A: Tetap tenang, hindari keputusan mengejar harga di pucuk secara emosional, pastikan kamu menggunakan dana dingin yang tidak mengganggu kebutuhan pokok, dan lakukan riset mandiri (DYOR).

Q: Bagaimana OJK melindungi saya di Indonesia dari risiko gejolak pasar global yang memengaruhi harga altcoin?
A: OJK dan Bappebti memastikan seluruh bursa resmi di Indonesia mematuhi aturan pencadangan modal, keterbukaan informasi yang transparan, serta perlindungan konsumen agar investor ritel tetap aman dari risiko eksternal.

Disclaimer & Peringatan Risiko:

Konten ini bertujuan untuk informasi dan edukasi, bukan saran investasi. Perdagangan Aset Keuangan Digital mengandung risiko tinggi dan volatilitas pasar. Pastikan kamu melakukan riset mandiri (DYOR) dan hanya menggunakan platform resmi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BELIASET tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi kamu.

What's your reaction?
Happy0
Lol0
Wow0
Wtf0
Sad0
Angry0
Rip0
Leave a Comment